Real Madrid di Ambang Krisis: Kekalahan Memalukan dari Benfica Picu Kekacauan di Ruang Ganti
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid gagal lolos langsung ke 16 besar Liga Champions setelah takluk 4-2 dari Benfica, memaksa mereka menjalani play-off tambahan.
- Kekalahan tersebut memperlihatkan keretakan tim, dengan Thibaut Courtois menegur rekan setim yang enggan memberi hormat kepada suporter, serta kritik pedas dari Kylian Mbappe.
- Pelatih Alvaro Arbeloa yang baru menjabat dua pekan menghadapi tekanan besar setelah dua kekalahan beruntun, sementara spekulasi penggantinya sudah merebak.

Real Madrid harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan Benfica 4-2 di Estadio da Luz, Rabu (28/1) dini hari WIB. Hasil ini memastikan raksasa Spanyol tersebut gagal mengamankan tempat di babak 16 besar Liga Champions secara langsung, dan harus melewati babak play-off tambahan pada Februari mendatang. Kekalahan ini menjadi yang kedua dalam lima pertandingan sejak Alvaro Arbeloa menggantikan Xabi Alonso sebagai pelatih kepala pada 12 Januari lalu.
Pertandingan yang berlangsung di stadion yang sama tempat Madrid merayakan gelar Liga Champions ke-10 pada 2014 itu justru berubah menjadi mimpi buruk. Benfica, yang saat ini duduk di posisi ketiga Liga Portugal, tampil dominan dengan melepaskan 11 tembakan tepat sasaran. Kiper Thibaut Courtois melakukan tujuh penyelamatan krusial untuk mencegah kekalahan lebih telak. Gol penutup dari kiper Benfica, Anatoliy Trubin, pada menit akhir menjadi simbol keruntuhan pertahanan Madrid.
Suasana ruang ganti Madrid digambarkan sangat tegang. Courtois terlihat marah karena hanya lima rekan setimnya yang bersedia mendatangi suporter yang telah melakukan perjalanan jauh. Sementara itu, gelandang Jude Bellingham mengaku "kehabisan kata-kata" setelah kekalahan memalukan ini. Kylian Mbappe, yang mencetak dua gol Madrid dan memecahkan rekor Cristiano Ronaldo dengan 13 gol di fase grup Liga Champions, justru menjadi pengkritik paling vokal. "Yang kami lihat hari ini tidak normal. Jika kami tertinggal 5-1 di babak pertama, tidak ada yang akan terkejut. Gol terakhir adalah aib bagi kami," ujar kapten timnas Prancis itu.
Pelatih Alvaro Arbeloa, yang merupakan bagian dari tim Madrid yang juara di Lisbon 12 tahun lalu, kini berada di bawah tekanan besar. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia dengan tegas menyatakan bertanggung jawab penuh atas hasil buruk ini. Namun, posisinya disebut-sebut hanya bersifat sementara, dan media sudah mulai berspekulasi mengenai calon penggantinya. Kekalahan di Copa del Rey dari Albacete yang berada di ambang degradasi ke kasta ketiga, serta ejekan dari suporter di kandang sendiri saat melawan Levante, menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Madrid.
Dengan hasil ini, Madrid harus menjalani babak play-off melawan Bodo/Glimt atau kembali berhadapan dengan Benfica. Mereka juga kehilangan Rodrygo dan Raul Asencio yang terkena sanksi kartu merah. Pertandingan kandang melawan Rayo Vallecano pada akhir pekan ini diprediksi akan kembali diwarnai protes suporter. Jika tren negatif ini berlanjut, bukan tidak mungkin krisis di Santiago Bernabeu akan semakin dalam, dan masa depan Arbeloa sebagai pelatih akan segera berakhir.



