Persaingan di Luar Lapangan: Bayern Munich Tolak Permintaan PSG untuk Menginap di Hotel Pilihan Mereka
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich menolak permintaan PSG untuk menginap di Infinity Hotel menjelang laga leg kedua Liga Champions.
- PSG ingin menginap di sana karena faktor keberuntungan setelah kemenangan musim lalu, namun hotel tersebut merupakan markas rutin Bayern sebelum laga kandang.
- PSG akhirnya dialihkan untuk menginap di Hotel Andaz di Schwabinger Tor.

Hubungan baik antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG) di luar lapangan sedikit terganggu. Hal ini terjadi setelah pihak Bayern menolak permintaan PSG untuk menggunakan Infinity Hotel sebagai markas mereka menjelang laga krusial di Munich.
Detail Penolakan Hotel:
- Alasan PSG: Berdasarkan takhayul, PSG ingin menginap di Infinity Hotel karena hotel tersebut adalah tempat mereka tinggal tahun lalu saat berhasil memenangkan Liga Champions di Allianz Arena.
- Posisi Bayern: Hotel tersebut merupakan tempat yang biasa digunakan skuad Bayern sebelum laga kandang. Lokasinya sangat ideal, hanya berjarak 20 km (sekitar 15 menit) dari Allianz Arena.
- Respon Tegas: Pelatih Vincent Kompany dan Christoph Freund menegaskan bahwa sebagai tuan rumah, mereka tidak akan menyerahkan fasilitas tersebut kepada lawan.
Dampak bagi Paris Saint-Germain
Akibat penolakan ini, tim asuhan Luis Enrique harus mencari alternatif tempat menginap lain di kota Munich.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Hotel Alternatif | Hotel Andaz di Schwabinger Tor. |
| Keunggulan Lokasi | Terletak strategis di dekat jalan tol A9 menuju Allianz Arena. |
| Status Pertandingan | Laga leg kedua (return leg) akan berlangsung pada hari Rabu. |
"Ini adalah kota kami. Kami tetap tinggal di Infinity. Kami tidak akan menyerahkan hotel kandang kami. Ini adalah pertandingan kandang kami dan kota kami," tegas pihak Bayern Munich melalui Vincent Kompany dan Christoph Freund.
Meskipun kedua klub biasanya memiliki hubungan yang cukup ramah, langkah ini dianggap sebagai bagian dari "perang saraf" atau gamesmanship sebelum pertandingan dimulai di lapangan hijau.



