Arthur Irawan Minta Publik Tak Percaya Begitu Saja Rumor Pemain Baru Persik Kediri
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri dikaitkan dengan pemain asal Spanyol Sergio Castel, namun rumor tersebut belum dikonfirmasi manajemen.
- Arthur Irawan menegaskan bahwa isu perekrutan pemain banyak beredar di media sosial tanpa dasar yang jelas.
- Ke depan, Arthur akan lebih fokus pada aspek komersial klub, sementara urusan teknis diserahkan sepenuhnya kepada pelatih.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6727253/original/028288700_1779541907-1000881073.jpg)
Persik Kediri baru saja menuntaskan musim BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang kurang memuaskan. Kekalahan telak 0-5 dari Persebaya pada laga pamungkas di Stadion GBT Surabaya, Sabtu (23/5/2026), membuat Macan Putih harus puas bertengger di peringkat ke-12 klasemen akhir dengan koleksi 39 poin. Posisi ini identik dengan capaian musim lalu, menandakan stagnasi performa yang perlu segera dibenahi.
Di tengah masa transisi antarmusim, nama pemain asal Spanyol, Sergio Castel, mulai dikaitkan dengan skuad asal Kota Kediri. Meskipun catatan menit bermain dan golnya minim, ia dinilai potensial berduet dengan rekan senegaranya, Jose Enrique, yang menjadi top skor tim musim ini. Namun, rumor yang berkembang di media sosial ini langsung mendapat respons tegas dari pemilik klub, Arthur Irawan.
Arthur Irawan mengingatkan publik untuk tidak mudah percaya pada rumor yang beredar di media sosial. “Kami akan evaluasi dulu performa tim musim ini usai laga lawan Persebaya. Soal pemain baru, kadang-kadang di media sosial itu, bahkan saya enggak tahu, pemain siapa pun dirumorkan ke Persik,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa manajemen belum menyusun rencana untuk komposisi pemain musim depan karena kompetisi baru saja berakhir.
Lebih lanjut, Arthur mengungkapkan bahwa ia tidak akan lagi terlalu campur tangan dalam urusan teknis, termasuk perekrutan pemain. Kepercayaan penuh diberikan kepada pelatih Marcos Reina yang dinilainya kapabel. “Musim depan saya bakal lebih fokus ke sisi komersial di bisnis,” tambahnya. Langkah ini menunjukkan pergeseran strategi kepemilikan klub yang ingin mengedepankan profesionalisme di lini teknis.
“Jadi Persik harus lebih baik lagi dari semua aspek. Karena untuk menjadi klub besar semua sisi harus lebih baik lagi. Saat ini kita masih jauh dari sempurna. Banyak PR yang kita harus perbaiki.” — Arthur Irawan
Ke depan, Persik Kediri dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki performa dan meraih prestasi yang lebih baik. Dengan fokus baru Arthur pada aspek komersial, diharapkan klub dapat membangun fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Namun, keberhasilan tersebut tetap bergantung pada sinergi antara manajemen, pelatih, dan pemain di lapangan.



