Conte Tinggalkan Napoli, Tantang FIGC: Siap Bayar Guardiola?
Baca dalam 60 detik
- Antonio Conte resmi mengakhiri masa baktinya di Napoli setelah dua musim, menyoroti kegagalannya menyatukan lingkungan klub.
- Pelatih asal Italia itu mempertanyakan kesiapan finansial FIGC untuk mendatangkan pelatih top seperti Pep Guardiola sebagai suksesornya.
- Kepergian Conte membuka spekulasi kursi kepelatihan Timnas Italia, dengan nama-nama seperti Allegri, Ranieri, dan Mancini turut dikaitkan.

Antonio Conte secara resmi mengumumkan kepergiannya dari Napoli pada Minggu (26/5) usai laga penutup musim melawan Udinese. Dalam konferensi pers yang digelar bersama presiden klub Aurelio De Laurentiis, Conte mengakui bahwa proyeknya di Naples telah mencapai titik akhir. Ia menyebut kegagalan utamanya adalah tidak mampu menciptakan kekompakan di lingkungan klub yang kerap diwarnai kontroversi.
“Sejak sebulan lalu, saya sudah merasakan bahwa proyek ini akan berakhir. Saya gagal dalam satu hal: tidak bisa membuat lingkungan menjadi kompak. Napoli butuh orang-orang serius, dan mereka yang merugikan harus disingkirkan,” ujar Conte dalam pernyataan yang dikutip TuttoNapoli. Selama dua musim membesut Partenopei, Conte berhasil mempersembahkan satu Scudetto dan satu Piala Super Italia.
Nama Conte santer dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Italia yang saat ini lowong. Namun, dalam kesempatan yang sama, ia justru melontarkan tantangan kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). “Apakah FIGC siap memiliki pelatih top? Apakah mereka punya dana untuk merekrut Guardiola? Saya akan menjadi orang pertama yang mendukungnya, tapi apakah uangnya ada?” sindir Conte. Ia juga menambahkan bahwa semua bangku kepelatihan kini sudah terisi, sehingga dirinya mungkin akan beristirahat dan mengunjungi De Laurentiis di Los Angeles saat Piala Dunia.
Pep Guardiola, yang baru saja meninggalkan Manchester City setelah satu dekade, memang sempat dikaitkan dengan posisi pelatih Italia. Namun, menurut laporan terkini, kandidat utama tetap berkisar pada Conte, Massimiliano Allegri, Claudio Ranieri, dan Roberto Mancini. Situasi ini menimbulkan dilema bagi FIGC: antara memilih pelatih berbiaya tinggi seperti Guardiola atau kembali ke figur yang sudah terbukti di level internasional.
“Saya sudah sangat jelas. Saya bilang akan mempertimbangkan Conte jika saya menjadi presiden FIGC. Nama Guardiola juga muncul. Apakah FIGC siap? Saat ini belum ada apa-apa.” — Antonio Conte
Kepergian Conte dari Napoli menandai akhir dari era singkat namun penuh trofi. Kini, perhatian publik tertuju pada langkah selanjutnya, baik bagi Conte maupun bagi masa depan kepelatihan Timnas Italia. Dengan berbagai opsi yang ada, FIGC harus mempertimbangkan matang-matang aspek finansial dan strategis sebelum menentukan pilihan.



