Jacob Murphy Jadi Kandidat Utama yang Harus Dilepas Newcastle Usai Musim Mengecewakan
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United finis di peringkat 12 Premier League 2025/26, tanpa tiket Eropa musim depan, mendorong perlunya perombakan skuad.
- Jacob Murphy hanya mencatat 30 sentuhan bola di babak pertama melawan Fulham, lebih rendah dari kiper Nick Pope (49), tanpa tembakan atau peluang tercipta.
- Manajemen disarankan melepas pemain berusia 31 tahun itu demi memberi ruang bagi rekrutan muda yang lebih potensial.

Newcastle United mengakhiri Premier League 2025/26 dengan kekalahan 2-0 dari Fulham di Craven Cottage, Minggu (25/5). Hasil tersebut memastikan The Magpies finis di peringkat 12, tujuh tingkat lebih rendah dibanding musim sebelumnya, sekaligus menutup peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan. Tim asuhan Eddie Howe hanya berjarak 10 poin dari zona degradasi dan 11 poin dari zona Liga Champions, meski peringkat kelima pun berhak lolos.
Gol Issa Diop dan Tom Cairney menjadi penentu kekalahan Newcastle. Laporan David Ornstein menyebut manajemen masih mendukung Howe dan tidak akan memecatnya. Namun, jika tidak ada perubahan besar di kursi pelatih, skuad di lapangan harus mengalami perombakan signifikan. Siklus yang dimulai sejak pengambilalihan oleh PIF pada 2021/22 tampaknya sudah mencapai titik jenuh, dengan sejumlah pemain veteran yang mulai menunjukkan penurunan performa.
Salah satu pemain veteran yang menjadi sorotan adalah Jacob Murphy. Pemain sayap berusia 31 tahun itu dipercaya mengisi sisi kanan serangan saat melawan Fulham, tetapi hanya bertahan hingga babak pertama. Murphy mencatat 30 sentuhan bola, jauh di bawah kiper Nick Pope yang memiliki 49 sentuhan, 12 sapuan, dan empat penyelamatan. Ia gagal mencatatkan tembakan ke gawang, peluang tercipta, dan hanya satu dari empat umpan silangnya berhasil. Di sisi pertahanan, ia tiga kali dilewati lawan tanpa satu pun tekel sukses.
Musim lalu, Murphy tampil gemilang dengan sembilan gol dan 14 assist, bersinar bersama Alexander Isak. Namun, performa musim ini hanya tiga gol dan dua assist di Premier League. Sebelum musim 2024/25, ia tidak pernah mencetak lebih dari empat gol atau delapan assist dalam semusim. Hal ini menunjukkan bahwa musim lalu lebih merupakan anomali daripada standar kemampuannya.
Memasuki usia 32 tahun pada musim depan, Murphy dinilai tepat untuk dilepas. Penjualannya akan membuka ruang bagi Howe untuk mendatangkan penyerang muda yang bisa dikembangkan di St. James' Park. Dengan kontrak yang masih tersisa, Newcastle harus segera mencari pembeli agar tidak kehilangan nilai jual pemain.
Keputusan untuk melepas Murphy menjadi langkah awal yang krusial dalam peremajaan skuad. Jika tidak ada tim yang berminat, manajemen harus mempertimbangkan opsi lain agar klub tidak terjebak dalam stagnasi. Masa depan Newcastle bergantung pada keberanian untuk melakukan perubahan, baik di dalam maupun di luar lapangan.



