Arthur Irawan Soroti Kelemahan Fisik Persik Kediri Usai Musim 2025/2026
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri finis di peringkat ke-12 BRI Super League 2025/2026 dengan 39 poin, terhindar dari degradasi meski menelan dua kekalahan telak di laga pamungkas.
- Owner Arthur Irawan mengakui performa tim sudah membaik di bawah pelatih Marcos Reina, namun kelemahan fisik di babak kedua menjadi masalah kronis yang harus segera dibenahi.
- Evaluasi menyeluruh tengah disiapkan manajemen untuk memperkuat ketahanan fisik pemain agar Persik lebih kompetitif pada musim depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6727254/original/058778800_1779541907-1000881071.jpg)
Persik Kediri resmi mengakhiri perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang pahit. Dua kekalahan beruntun di laga terakhir β takluk 1-3 dari Persija Jakarta di kandang sendiri dan dibantai 0-5 oleh Persebaya Surabaya β menjadi penutup yang kurang manis bagi Macan Putih. Meski demikian, hasil tersebut tidak mengubah posisi mereka di klasemen akhir: Persik finis di peringkat ke-12 dengan koleksi 39 poin, cukup untuk memastikan tempat di kasta tertinggi musim depan.
Kedatangan pelatih asal Spanyol, Marcos Reina, pada pekan ke-15 menjadi titik balik bagi gaya permainan Persik. Pendekatan menyerang khas Eropa yang diterapkan Reina berhasil membuat tim tampil lebih agresif dan produktif. Namun, di balik peningkatan tersebut, masih ada kelemahan fundamental yang menghantui performa tim sepanjang musim.
Owner Persik Kediri, Arthur Irawan, secara terbuka menyoroti masalah fisik yang kerap menjadi biang keladi kekalahan tim. Menurutnya, para pemain sering kehilangan stamina di babak kedua, yang berujung pada kesalahan individu dan kebobolan. "Kita harus evaluasi terutama di babak kedua. Kita sering kebobolan karena kesalahan sendiri. Secara fisik kita juga harus lebih baik lagi. Karena di babak kedua stamina selalu drop," ujar Arthur dalam pernyataan resminya.
Meskipun demikian, Arthur memberikan apresiasi kepada Marcos Reina dan staf pelatih. Ia menilai Reina sebagai sosok yang kapabel meski baru pertama kali berkarier di Indonesia. "Sisi positif lain di tim ini adalah kerja Marcos Reina dan stafnya. Saya juga harus sadar, dia sosok baru di Indonesia. Tapi saya nilai Marcos Reina cukup kapabel," jelas mantan kapten Persik tersebut.
Perjuangan Persik musim ini tidaklah mudah. Selain harus menghadapi persaingan ketat, tim juga dihadapkan pada kendala cedera dan absennya pemain kunci. Lebih berat lagi, Stadion Brawijaya tidak bisa digunakan sehingga Persik harus memainkan empat laga kandang di Gresik. Hasil yang diraih di "rumah" sementara itu cukup beragam: kalah 1-2 dari Madura United, imbang 1-1 melawan Persebaya, imbang 2-2 dengan PSIM, dan menang 3-2 atas Arema FC.
Arthur Irawan menegaskan bahwa pihak klub akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kekurangan yang ada. "Kita belajar dari pengalaman musim ini. Kita harus tetap evaluasi untuk membangun tim agar musim depan kita lebih siap dan lebih baik lagi," tambahnya. Fokus utama perbaikan adalah peningkatan ketahanan fisik pemain agar mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan.
Dengan berakhirnya musim 2025/2026, Persik Kediri kini mengalihkan perhatian ke persiapan kompetisi berikutnya. Harapannya, Macan Putih bisa tampil lebih kompetitif dan tidak lagi bergantung pada keberuntungan di laga-laga krusial. Evaluasi fisik yang digarisbawahi Arthur Irawan menjadi sinyal bahwa manajemen serius membangun tim yang lebih solid untuk musim depan.



