Komitmen Juventus di Tengah Kekacauan: Comolli Bicara Rencana Tim dan Keprihatinan atas Suporter
Baca dalam 60 detik
- CEO Juventus Damien Comolli menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden kekerasan suporter sebelum derbi Torino yang mengakibatkan beberapa fans dirawat di rumah sakit.
- Comolli dan pelatih Luciano Spalletti memiliki visi yang jelas untuk membangun tim yang kompetitif dalam jangka pendek, terlepas dari hasil kualifikasi Liga Champions musim ini.
- Juventus yang berada di peringkat keenam membutuhkan kemenangan di laga pamungkas dan bergantung pada hasil tim lain untuk lolos ke Liga Champions.

CEO Juventus, Damien Comolli, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden kekerasan yang melibatkan suporter sebelum laga derbi melawan Torino, Minggu (25/5/2025). Dalam pernyataannya kepada Sky Sport Italia, Comolli mengaku sangat sedih mengetahui sejumlah fans Bianconeri harus dilarikan ke rumah sakit akibat bentrokan dengan kelompok ultras lawan. Ia berencana menjenguk para korban dan berharap mereka segera pulih.
Insiden tersebut menambah ketegangan menjelang pertandingan penentu yang akan mengakhiri musim Serie A 2025/26. Sebagian suporter yang sudah masuk stadion bahkan meminta agar laga tidak digelar, namun pertandingan dipastikan tetap berjalan. Comolli menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kesehatan para pendukung, seraya mengakui bahwa situasi ini sangat memengaruhi suasana tim.
Di tengah hiruk-pikuk di luar lapangan, Comolli menegaskan bahwa klub memiliki rencana yang jelas untuk masa depan. “Tidak ada rencana A atau B. Hanya satu rencana: membangun tim pemenang dalam waktu dekat, terlepas dari apakah kami lolos ke Liga Champions atau tidak,” ujarnya. Ia mengakui bahwa tanggung jawab terbesar ada di pundaknya, dan bersama pelatih Luciano Spalletti, mereka telah mengidentifikasi apa yang perlu diperbaiki.
Comolli enggan merinci secara publik kelemahan tim, namun ia menyebut bahwa evaluasi internal akan menjadi kunci. “Banyak hal yang perlu diperbaiki, karena kami berada di peringkat keenam. Hari ini kami ingin menang, tapi mungkin itu tidak cukup untuk Liga Champions. Yang jelas, kami tahu persis apa yang harus diubah,” tambahnya.
Pernyataan Comolli mencerminkan tekad Juventus untuk bangkit dari musim yang mengecewakan. Meskipun hasil akhir musim ini belum pasti, klub sudah mulai merancang strategi jangka pendek yang agresif. Fokus utama adalah memperkuat skuad dengan pemain yang sesuai dengan visi Spalletti, serta memperbaiki konsistensi performa yang menjadi masalah sepanjang musim.
Ke depannya, Juventus harus mampu mengelola tekanan dari berbagai sisi: hasil di lapangan, ekspektasi suporter, dan insiden di luar stadion. Comolli menegaskan bahwa klub akan tetap berpegang pada rencana yang sudah disusun, dengan harapan dapat segera mengembalikan kejayaan tim.



