BRI Super League 2025/2026 Berakhir: Persib Hattrick Juara, David da Silva Top Skor, dan Borneo FC Paling Produktif
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung mengunci gelar ketiga beruntun setelah bermain imbang 0-0 dengan Persijap Jepara, unggul head-to-head atas Borneo FC yang sama-sama mengoleksi 79 poin.
- David da Silva dari Malut United memuncaki daftar pencetak gol dengan 23 gol, mengungguli Mariano Peralta (20 gol) dan Alex Martins serta Dalberto (19 gol).
- Borneo FC menjadi tim paling produktif dengan 74 gol dan selisih gol +43, sementara Persis Solo terdegradasi setelah kalah head-to-head dari PSM Makassar.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519352/original/037901300_1772549369-Madura_United_vs_Malut_United.jpg)
Kompetisi BRI Super League 2025/2026 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan pada Sabtu (23/5/2026). Persib Bandung kembali menegaskan dominasinya dengan meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, sebuah pencapaian bersejarah dalam sepak bola profesional Indonesia. Sementara itu, sejumlah catatan menarik mewarnai akhir musim ini, mulai dari persaingan ketat di papan atas hingga perjuangan tim promosi yang mampu bertahan.
Persib memastikan gelar setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di kandang sendiri. Meski hanya meraih satu poin, Maung Bandung tetap berada di puncak klasemen dengan 79 poin, sama dengan Borneo FC yang menang telak 7-1 atas Malut United. Keunggulan head-to-head menjadi penentu, mengingat Persib berhasil mengalahkan Borneo FC dalam dua pertemuan musim ini. Ini menjadi gelar juara kesembilan bagi Persib sepanjang sejarah, dengan empat di antaranya diraih pada era Perserikatan.
Di sisi lain, perburuan gelar top skor dimenangkan oleh David da Silva, penyerang asal Brasil yang membela Malut United. Dengan koleksi 23 gol, ia mengulang kesuksesannya sebagai pencetak gol terbanyak Liga 1 pada musim 2023/2024 saat masih berseragam Persib. Pesaing terdekatnya adalah Mariano Peralta dari Borneo FC yang mengemas 20 gol, disusul Alex Martins (Dewa United) dan Dalberto (Arema) yang sama-sama mencatatkan 19 gol.
Borneo FC, meski gagal menjadi juara, mencatatkan diri sebagai tim paling produktif musim ini. Pasukan Fabio Lefundes berhasil mencetak 74 gol dan hanya kebobolan 31 kali, menghasilkan selisih gol +43—terbaik di antara seluruh kontestan. Produktivitas ini mengungguli Malut United yang berada di posisi kedua dengan 68 gol, serta Persib yang memiliki surplus 37 gol.
Di papan bawah, Persis Solo harus menerima kenyataan pahit degradasi setelah kalah head-to-head dari PSM Makassar. Kedua tim sama-sama mengumpulkan 34 poin, namun Persis kalah dalam rekor pertemuan langsung. Hasil ini mengakhiri perjalanan Laskar Sambernyawa di kasta tertinggi setelah empat musim sejak promosi pada 2021/2022. Mereka menemani Semen Padang dan PSBS Biak yang lebih dulu dipastikan turun kasta.
Fakta menarik lainnya adalah ketiga tim promosi musim ini—PSIM Yogyakarta, Bhayangkara FC, dan Persijap Jepara—berhasil mempertahankan tempat di BRI Super League. Bhayangkara FC tampil paling impresif dengan finis di peringkat kelima (53 poin), sementara PSIM dan Persijap masing-masing berada di posisi ke-11 (45 poin) dan ke-13 (36 poin).
Musim 2025/2026 menjadi bukti semakin ketatnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Persib menunjukkan konsistensi luar biasa, sementara tim-tim lain terus meningkatkan kualitas. Dengan berakhirnya musim ini, perhatian kini beralih ke persiapan musim depan, termasuk bursa transfer dan perubahan regulasi yang mungkin terjadi.



