Waspada Penipuan Mengatasnamakan Sandiaga Uno: Tautan Bantuan Modal Usaha Palsu Beredar di Facebook
Baca dalam 60 detik
- Beredar unggahan Facebook berisi video deepfake Sandiaga Uno yang menawarkan bantuan modal usaha, lengkap dengan tautan WhatsApp palsu.
- Pendeteksi AI Hivemoderation mengonfirmasi suara dalam video tersebut 99,1% hasil modifikasi kecerdasan buatan, bukan asli.
- Sandiaga Uno secara resmi membantah program tersebut melalui Instagram dan mengimbau masyarakat tidak memberikan data pribadi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556632/original/042737500_1776266239-Sandii.jpg)
Masyarakat kembali dihadapkan pada modus penipuan digital yang memanfaatkan figur publik. Kali ini, sebuah unggahan di Facebook mengklaim membagikan tautan pendaftaran bantuan modal usaha dari Sandiaga Uno. Unggahan yang muncul pada 19 Mei 2026 itu menampilkan video yang memperlihatkan Sandiaga Uno berbicara seolah-olah menawarkan bantuan langsung kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam video tersebut, narasi yang disampaikan menyebutkan bahwa bantuan tersebut bersifat pribadi, bukan dari pemerintah, dan mengarahkan calon korban untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu. Tautan yang disertakan dalam unggahan mengarah pada nomor WhatsApp yang diduga digunakan untuk mencuri data pribadi atau menjerat korban ke pinjaman online ilegal.
Penelusuran lebih lanjut mengonfirmasi bahwa Sandiaga Uno telah memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram pribadinya, @sandiuno, pada 23 Mei 2026. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meluncurkan program bantuan modal usaha melalui tautan WhatsApp atau media sosial. Ia juga melaporkan modus penipuan yang menyalahgunakan nama, foto, dan suaranya menggunakan teknologi AI.
"Saya menerima laporan soal modus penipuan yang menyalahgunakan nama, foto, suara bahkan identitas saya yang direkayasa menggunakan teknologi AI. Ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang menipu dan merugikan orang lain menggunakan AI," tulis Sandiaga Uno di akun Instagramnya.
Fenomena ini menyoroti meningkatnya risiko penipuan berbasis AI yang menargetkan kelompok rentan, terutama pelaku UMKM yang sedang mencari akses permodalan. Para ahli keamanan siber mengingatkan bahwa tautan semacam itu kerap digunakan untuk mencuri data pribadi atau mengarahkan korban ke platform pinjaman online ilegal dengan bunga tinggi.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi figur publik atau instansi terkait sebelum memberikan data pribadi. Jika menemukan unggahan serupa, segera laporkan ke platform media sosial dan jangan mengklik tautan yang mencurigakan.



