PLN Sumatera Barat Kejar Pemulihan Listrik Pasca Gangguan Sistem, 27 Persen Daya Kembali Normal
Baca dalam 60 detik
- Gangguan sistem kelistrikan di Sumatera Barat sejak Jumat malam menyebabkan pemadaman luas, namun 27 persen daya berhasil pulih dalam empat jam.
- PLN mengerahkan tim teknis untuk investigasi penyebab gangguan yang juga berdampak di Aceh, Sumut, dan Riau, sementara pembangkit fosil masih dalam proses normalisasi.
- Masyarakat diimbau memantau informasi resmi melalui PLN Mobile, seiring dampak pemadaman yang mengganggu komunikasi dan aktivitas rumah tangga.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6624986/original/090017500_1779456351-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_20.03.07.jpeg)
PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat melaporkan progres pemulihan pasokan listrik setelah gangguan sistem melumpuhkan sebagian jaringan pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. Hingga pukul 22.50 WIB, sekitar 27 persen dari total kebutuhan daya sistem telah kembali normal, terutama dari pembangkit tenaga air (PLTA) dan mikrohidro (PLTMH).
Manajer Komunikasi PLN UID Sumbar, Yesi Yuliani, menyatakan bahwa pemulihan masih berlangsung secara bertahap. Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan panas bumi masih dalam proses penormalan operasi. Tim teknis telah diterjunkan untuk memeriksa seluruh sistem dan jaringan guna mengidentifikasi akar gangguan.
Gangguan tidak hanya terjadi di Sumatera Barat, melainkan juga meluas ke Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. PLN memastikan investigasi lintas wilayah dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengakses informasi terkini melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center 123.
Dampak pemadaman dirasakan langsung oleh warga, seperti Ica dari Bukittinggi yang mengaku kesulitan berkomunikasi via WhatsApp karena listrik padam. Ia berharap PLN segera menuntaskan perbaikan. Keluhan serupa menjadi pengingat bahwa listrik bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi juga penopang konektivitas digital.
PLN berjanji akan menyampaikan perkembangan secara berkala. Ke depan, insiden ini diharapkan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem proteksi dan rencana kontingensi PLN di Sumatera, agar pemulihan bisa lebih cepat dan transparan.



