Brigjen Muhammad Nas Resmi Jabat Kapuspen TNI, Sosok Intelijen dengan Pendekatan Humanis
Baca dalam 60 detik
- Panglima TNI melantik Brigjen Muhammad Nas sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI, menggantikan pejabat lama dalam upacara di Mabes TNI.
- Berasal dari korps Infanteri dengan spesialisasi intelijen, Nas pernah menjabat Asintel Kaskostrad dan berbagai posisi strategis di lingkungan militer.
- Publik mencatat pendekatan dialogisnya saat meredam demonstrasi di Mako Brimob pada Agustus 2025, menonjolkan gaya kepemimpinan non-represif.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara resmi menunjuk Brigjen TNI Muhammad Nas sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dalam sebuah upacara serah terima jabatan yang digelar di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (21/5). Langkah ini menandai peralihan kepemimpinan di tubuh humas militer dengan figur yang memiliki latar belakang kuat di dunia intelijen.
Muhammad Nas, yang lahir di Nagari Gadut, Agam, Sumatera Barat pada 8 Juni 1975, merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1998. Kariernya di korps Infanteri telah membawanya menduduki sejumlah jabatan strategis, terutama di bidang intelijen. Sebelum menjabat Kapuspen, ia dipercaya sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Asintel Kaskostrad) sejak Maret 2025. Sebelumnya, ia juga menjabat Paban Utama A-2 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI pada tahun yang sama.
Jejak karier Nas mencakup posisi komando teritorial, seperti Komandan Kodim 0824/Jember pada 2016 dan Komandan Kodim 0101/Kota Banda Aceh pada 2021β2022. Ia juga pernah menjadi Asintel Kasdam II/Sriwijaya. Pengalaman luas di bidang intelijen dan teritorial ini dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai juru bicara TNI yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan analisis situasi yang tajam.
Penunjukan Nas sebagai Kapuspen TNI juga menyoroti tren pengisian posisi humas militer dengan perwira yang memiliki latar belakang intelijen. Hal ini dinilai strategis mengingat tantangan informasi dan disinformasi di era digital. Dengan rekam jejak yang solid dan pengalaman meredam konflik secara damai, Nas diharapkan mampu membawa warna baru dalam penyampaian informasi publik TNI.
Ke depan, publik akan mengamati bagaimana perwira bintang satu ini mengelola citra dan komunikasi TNI di tengah dinamika sosial-politik yang kompleks. Pendekatan dialogis yang pernah ditunjukkannya bisa menjadi modal untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi militer.



