Ledakan Tabung Gas Hancurkan Rumah di Tambora, Tim Damkar Evakuasi Satu Jam
Baca dalam 60 detik
- Sebuah rumah di Tambora, Jakarta Barat, mengalami kerusakan parah akibat dugaan ledakan tabung gas pada Jumat pagi.
- Petugas pemadam kebakaran dan rescue diterjunkan ke lokasi dalam waktu singkat dan berhasil menyelesaikan evakuasi dalam satu jam.
- Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan keamanan penggunaan gas rumah tangga.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6593980/original/011542500_1779432527-01830945-bfbf-437d-8e7b-011ef981c4ca.jpeg)
Sebuah rumah tinggal di Jalan Tambora 2, Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, mengalami kerusakan struktural yang cukup parah pada Jumat, 22 Mei 2026, setelah diduga terjadi ledakan tabung gas. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu mengakibatkan plafon rumah jebol dan pagar depan ambrol, berdasarkan dokumentasi foto yang beredar di masyarakat.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, membenarkan adanya laporan warga yang masuk ke Pos Pemadam Kelurahan Krendang. Tim dari Pos Krendang bersama rescue sektor Tambora segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Proses evakuasi dan pengamanan area berlangsung sekitar satu jam dan dinyatakan selesai pada pukul 09.00 WIB.
Syaiful Kahfi menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kerusakan adalah ledakan tabung gas. "Betul (dugaan awal tabung gas)," ujarnya singkat saat dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai ada tidaknya korban jiwa dalam insiden tersebut. Tim di lapangan masih melakukan pendataan dan pembersihan puing-puing bangunan.
Peristiwa ledakan gas rumah tangga di kawasan padat penduduk seperti Tambora kembali menjadi pengingat akan pentingnya standar keamanan dalam penggunaan peralatan berbahan bakar gas. Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kondisi selang dan regulator tabung gas, serta memastikan ventilasi ruangan memadai untuk mengurangi risiko akumulasi gas bocor. Pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi keselamatan kebakaran dan penyediaan akses cepat bagi petugas pemadam di wilayah rawan.
Ke depan, insiden serupa dapat diminimalkan jika kesadaran akan prosedur keselamatan ditingkatkan dan pengawasan terhadap peredaran tabung gas ilegal atau tidak standar diperketat. Langkah preventif akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan darurat yang hanya mengatasi dampak.



