Kemacetan Parah di Pelabuhan Ketapang: Ribuan Truk Mengular Hingga Lima Kilometer
Baca dalam 60 detik
- Antrean kendaraan angkutan barang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mencapai lima kilometer akibat kepadatan menuju penyeberangan Selat Bali.
- Fenomena ini menyoroti ketidakseimbangan antara kapasitas pelabuhan dan volume logistik yang melintas, terutama menjelang musim liburan.
- Pemerintah daerah diharapkan segera mencari solusi jangka panjang, termasuk optimalisasi dermaga dan sistem penjadwalan feri.

Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali menjadi sorotan setelah ratusan kendaraan angkutan barang terpantau berjejer rapat membentuk antrean sepanjang lima kilometer. Kemacetan yang terjadi pada Kamis (21/5/2026) ini menghambat akses menuju penyeberangan Selat Bali, mengakibatkan aktivitas logistik di kawasan tersebut lumpuh total.
Fenomena antrean truk yang mengular ini bukanlah kali pertama terjadi. Pelabuhan Ketapang merupakan pintu gerbang utama penghubung Pulau Jawa dan Bali, sehingga lonjakan volume kendaraan angkutan barang kerap memicu kemacetan parah. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya kapasitas dermaga dan jadwal kapal feri yang belum mampu mengimbangi tingginya permintaan pengiriman barang.
Dari pantauan udara, terlihat jelas barisan truk yang memenuhi area parkir dan jalan akses menuju Dermaga Bulusan. Para sopir harus bersabar menunggu giliran naik kapal, dengan waktu tunggu yang bisa mencapai berjam-jam. Situasi ini tidak hanya merugikan pengusaha logistik akibat keterlambatan pengiriman, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya operasional karena konsumsi bahan bakar yang membengkak.
Para pengamat transportasi menilai bahwa akar masalah ini terletak pada infrastruktur pelabuhan yang belum memadai untuk menampung lonjakan arus barang, terutama menjelang akhir pekan atau musim liburan. Mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyeberangan di Selat Bali, termasuk penambahan dermaga dan peningkatan frekuensi kapal.
Ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, dan operator feri menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kemacetan serupa. Tanpa langkah konkret, antrean truk di Pelabuhan Ketapang berpotensi menjadi pemandangan rutin yang mengganggu kelancaran distribusi barang antara Jawa dan Bali.



