Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp750 Juta untuk Temukan Warga Hilang Terkait Kasus Pembunuhan
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan hadiah Rp750 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan Aman Yani, warga Indramayu yang dilaporkan hilang sejak 2016.
- Nama Aman Yani mencuat setelah disebut sebagai otak pembunuhan satu keluarga di Paoman, namun keluarga membantah keterlibatannya dan melaporkan tuduhan tersebut ke polisi.
- Dedi juga mengungkap adanya pencairan dana pensiun Aman Yani secara ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab, menambah misteri kasus ini.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara senilai Rp750 juta bagi siapa pun yang mampu menemukan Aman Yani, seorang warga Kabupaten Indramayu yang telah hilang selama hampir satu dekade. Langkah ini diambil setelah nama Aman Yani disebut dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga yang menggemparkan publik.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Dedi mengaku baru saja bertemu dengan adik Aman Yani dan mendengar langsung kisah kehilangan yang berkepanjangan. “Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia,” ujar Dedi, Jumat (22/5).
Nama Aman Yani pertama kali mencuat ke permukaan saat salah satu terdakwa kasus pembunuhan di Kelurahan Paoman, Indramayu, menudingnya sebagai otak di balik peristiwa nahas tersebut. Pembunuhan yang terjadi pada Agustus 2025 itu menewaskan lima anggota satu keluarga, yakni Haji Sahroni (75), Budi (45), Euis (40), serta dua anak berusia 7 tahun dan 8 bulan. Polisi telah menangkap dua tersangka, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan, yang kemudian dalam sidang menyebutkan nama Aman Yani bersama tiga orang lainnya.
Keluarga Aman Yani, melalui kuasa hukum Ruslandi, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Aman Yani telah dilaporkan hilang sejak Maret 2016, saat ia berpamitan kepada ibunya untuk merantau ke Bandung setelah berhenti bekerja di sebuah bank BUMN. “Fakta itu bertentangan dengan kondisi sebenarnya, karena keluarga sudah lama mencari yang bersangkutan, bahkan sempat menyebarkan informasi orang hilang di media sosial sejak 2020,” kata Ruslandi.
Kejanggalan lain diungkapkan oleh adik Aman Yani, Uyat Suratman. Ia mengaku pernah diminta seseorang untuk berpura-pura menjadi kakaknya demi mencairkan dana pensiun, termasuk diminta memalsukan surat kuasa. Pada 2018, keluarga juga menerima pesan dari orang yang mengaku sebagai pengacara perwakilan Aman Yani, namun sosok tersebut tidak pernah muncul secara langsung.
Menanggapi situasi ini, Dedi Mulyadi meminta Aman Yani untuk segera pulang dan berjanji akan mengganti dana pensiunnya yang telah dicairkan secara ilegal. “Bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta saya tambahin jadi Rp750 juta deh saya kasih buat bapak tapi bapak balik. Balik ke Indramayu temui istri, temui anak-anak dan keluarga walaupun istrinya sudah jadi mantan,” ujarnya.
Sayembara ini sekaligus menyoroti dugaan obstruction of justice yang dilaporkan keluarga ke Polres Indramayu pada awal Mei 2026. Mereka menilai tuduhan terhadap Aman Yani hanya bertujuan mengalihkan perhatian dari pelaku sebenarnya. Hingga berita ini diturunkan, misteri keberadaan Aman Yani masih belum terpecahkan, dan publik menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum.



