Jemaah Haji Lansia Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Makkah, PPIH Siapkan Badal Haji
Baca dalam 60 detik
- Muhammad Firdaus (72), jemaah haji asal Jakarta yang dilaporkan hilang sejak 15 Mei, ditemukan meninggal dunia di Makkah.
- Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan pemerintah akan menunaikan badal haji bagi almarhum melalui petugas haji.
- Peristiwa ini mendorong imbauan agar jemaah dan petugas lebih waspada terhadap lansia yang rentan tersesat di Tanah Suci.

Muhammad Firdaus (72), seorang jemaah haji asal Jakarta yang dilaporkan hilang pada 15 Mei lalu, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh Hasan Afandi, dalam keterangan resmi pada Jumat (22/5).
Menurut Hasan, proses pencarian yang melibatkan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi akhirnya membuahkan hasil, meski dengan kabar duka. Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi langsung menyiapkan langkah lanjutan, termasuk pelaksanaan badal haji bagi almarhum yang akan dilakukan oleh petugas haji. "Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," tegas Hasan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan jemaah lansia selama menjalani ibadah haji. Hasan mengimbau seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Ia meminta agar setiap orang lebih peka bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan. "Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter," imbaunya.
Hasan juga menekankan agar jangan membiarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Menurutnya, solidaritas antarsesama sangat penting untuk meminimalkan risiko tersesat atau terpisah dari rombongan. Ia juga mengingatkan jemaah yang membutuhkan bantuan agar tidak sungkan menyampaikan kondisi mereka kepada petugas. "Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci," ujarnya.
Keluarga almarhum menyebut bahwa Firdaus berangkat haji bersama istrinya melalui KBIH Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Ia menginap di kamar 916 Future Light Hotel. Keponakan Firdaus, Alwihaz Zerra, mengungkapkan bahwa sang paman meninggalkan hotel tanpa membawa kartu identitas, Nusuk, maupun ponsel, yang mempersulit proses pencarian. Meski tidak memiliki riwayat penyakit amnesia atau demensia, keluarga menduga Firdaus dalam keadaan linglung saat keluar dari hotel.
Ke depannya, peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi bagi sistem pengawasan dan pendampingan jemaah haji, khususnya lansia. PPIH Arab Saudi terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh jemaah. Pemerintah juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit, petugas haji, dan masyarakat yang telah mendoakan selama proses pencarian.



