Dua Kereta Anjlok di Pasar Senen, KAI Fokus pada Normalisasi Jalur
Baca dalam 60 detik
- Kerusakan lokomotif KA Jaka Tingkir dan anjloknya rangkaian KA Serayu terjadi hampir bersamaan di Stasiun Pasar Senen pada Jumat pagi.
- Insiden ini memicu antrean perjalanan dan keterlambatan sejumlah kereta, termasuk Matarmaja dan Bangunkarta, di tengah jam sibuk keberangkatan.
- KAI Daop 1 Jakarta memastikan seluruh perjalanan akan diberangkatkan setelah jalur dinyatakan aman serta memberikan kompensasi kepada penumpang terdampak.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
Dua rangkaian kereta api mengalami gangguan operasional nyaris bersamaan di emplasemen Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/5/2026) pukul 07.58 WIB. Gangguan tersebut dipicu oleh kerusakan lokomotif Kereta Api (KA) Jaka Tingkir dan anjloknya rangkaian KA Serayu, yang terjadi saat volume penumpang keberangkatan sedang berada pada puncaknya.
Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden yang mengakibatkan antrean perjalanan dan keterlambatan sejumlah kereta api dari dan menuju Stasiun Pasar Senen. “Kami terus melakukan penanganan secara intensif agar operasional segera kembali normal,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sebagai langkah pemulihan, KAI Daop 1 Jakarta mengerahkan petugas untuk mempercepat normalisasi jalur dan memberikan informasi perjalanan secara berkala kepada penumpang yang menunggu. Selain itu, perusahaan memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk kompensasi atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Franoto menegaskan bahwa seluruh perjalanan tetap akan diberangkatkan setelah kondisi operasional kembali normal dan jalur dinyatakan aman untuk dilalui. “Kami berupaya meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api serta pelayanan kepada pelanggan,” tambahnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pemeliharaan sarana dan prosedur keselamatan di jalur padat seperti Pasar Senen. Ke depannya, KAI diharapkan dapat meningkatkan sistem deteksi dini dan respons cepat untuk mengurangi risiko gangguan serupa, terutama pada jam sibuk yang rawan antrean.



