Blackout Sumatra: Palembang dan Padang Pulih, Medan Masih Gelap
Baca dalam 60 detik
- Gangguan listrik massal melanda Sumatra pada Jumat malam, dengan Palembang dan Padang kembali normal dalam dua jam, sementara Medan masih padam hingga Sabtu pagi.
- PLN mengonfirmasi penyebab blackout adalah gangguan suplai listrik di sejumlah wilayah, memicu ketidakstabilan jaringan dan keluhan warga atas kurangnya pemberitahuan.
- Peristiwa ini menyoroti kerentanan infrastruktur kelistrikan Sumatra dan pentingnya sistem peringatan dini serta cadangan daya untuk mengurangi dampak pemadaman mendadak.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6623637/original/084487600_1779454333-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_19.41.58.jpeg)
Pemadaman listrik serentak (blackout) melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.44 WIB. Gangguan ini menyebabkan kegelapan di berbagai kota besar, termasuk Palembang, Padang, dan Medan. Hingga Sabtu pagi, Palembang dan Padang telah pulih total, sementara Medan masih berjuang dengan pemadaman berkepanjangan yang berlangsung lebih dari enam jam.
Menurut laporan warga, Palembang hanya mengalami mati listrik selama sekitar satu setengah jam. Irwanto, seorang warga Palembang, menyatakan bahwa listrik di wilayah Kalidoni dan sekitarnya telah menyala kembali sekitar pukul 20.00 WIB. Senada, Lisa dari Padang mengonfirmasi bahwa listrik di kotanya pulih pada pukul 20.47 WIB. Namun, kondisi berbeda terjadi di Medan. Imanuel, warga Medan, melaporkan bahwa hingga pukul 01.00 WIB, listrik belum menyala dan pemadaman disertai hujan deras, memperparah situasi.
PLN, melalui pernyataan resmi, menjelaskan bahwa pemadaman massal ini dipicu oleh gangguan suplai listrik di sejumlah titik, yang kemudian memicu efek domino pada jaringan terinterkoneksi Sumatra. Meski demikian, banyak warga mengeluhkan kurangnya pemberitahuan sebelumnya. Dian Gunawan, warga Medan Helvetia, mengaku kaget saat listrik tiba-tiba padam saat ia sedang berada di kafe. βSaya baru pulang kerja, mau ngopi, eh tiba-tiba gelap,β ujarnya. Teguh, warga Medan Johor, menambahkan bahwa informasi yang beredar menyebutkan pemadaman meluas hingga ke seluruh Sumatra Bagian Utara (Sumbagut).
Dampak blackout tidak hanya pada penerangan, tetapi juga pada layanan telekomunikasi dan pasokan air. Winda, warga Gaperta Medan, melaporkan bahwa sinyal ponsel menjadi tidak stabil dan ia kesulitan menghubungi PLN karena saluran telepon sibuk. Beberapa warga juga mengkhawatirkan pasokan air bersih, meskipun di wilayahnya masih berfungsi normal. Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur kelistrikan di Sumatra, terutama saat beban puncak di malam hari.
Ke depan, blackout ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi gangguan mendadak. Para pengamat mendorong PLN untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan memperkuat cadangan daya guna meminimalkan dampak pemadaman serupa. Bagi investor dan pelaku industri, keandalan pasokan listrik menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan bisnis di wilayah Sumatra.



