Jalan Penghubung Antar Desa di OKU Selatan Amblas, Akses Warga Lumpuh Total
Baca dalam 60 detik
- Curah hujan ekstrem pada Kamis malam menyebabkan badan jalan penghubung antar desa di OKU Selatan ambles hingga lalu lintas lumpuh total.
- Lubang sepanjang 7,5 meter dengan kedalaman 5,5 meter memutus akses vital warga, memaksa mereka menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan terjal.
- BPBD bersama TNI, Polri, dan Dinas PUPR telah melakukan kaji cepat serta pemasangan barikade untuk mencegah korban jiwa dan menyusun rencana perbaikan permanen.

Jalan penghubung antara Desa Sipatuhu dan sejumlah desa di Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, mengalami amblas parah akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (21/5) malam. Peristiwa ini menyebabkan arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat lumpuh total, memutus akses vital bagi masyarakat setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, Heri Pramono, mengonfirmasi bahwa badan jalan ambles membentuk lubang besar dengan dimensi panjang 7,5 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman vertikal mencapai 5,5 meter. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dampaknya sangat signifikan terhadap mobilitas warga. Masyarakat terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang dan medannya lebih terjal untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Menanggapi situasi darurat ini, BPBD OKU Selatan segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat lintas sektor. Langkah ini bertujuan mengantisipasi potensi bencana susulan yang dapat memperparah kerusakan badan jalan. Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, dan perangkat desa setempat bergerak cepat memasang barikade portal, garis polisi, serta papan spanduk peringatan di sepanjang sisi jalan. Upaya ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar sementara waktu tidak beraktivitas di jalur tersebut guna menghindari risiko korban jiwa.
"Pagi tadi kami telah menerjunkan personel ke lokasi bencana alam," ujar Heri Pramono, menegaskan respons cepat pihaknya.
Selain itu, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) OKU Selatan langsung melakukan pengukuran geometris kerusakan. Data yang dikumpulkan akan menjadi basis awal dalam penyusunan rencana perbaikan konstruksi permanen. Langkah ini menunjukkan koordinasi lintas instansi yang solid dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur jalan di daerah perbukitan terhadap cuaca ekstrem. Dengan curah hujan yang masih berpotensi tinggi, pemerintah daerah diharapkan segera merealisasikan perbaikan permanen agar akses masyarakat pulih dan aktivitas ekonomi tidak terganggu lebih lama.



