Jepang dan Meksiko Perkuat Kerja Sama Energi di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Jepang dan Presiden Meksiko sepakat meningkatkan kolaborasi pasokan energi untuk mengurangi risiko gangguan akibat konflik Iran.
- Jepang mengusulkan kerangka dialog keamanan ekonomi dengan Meksiko, yang kaya akan sumber daya mineral dan minyak.
- Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber energi Jepang, yang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum melakukan pembicaraan telepon pada Selasa (21/4) dan sepakat untuk memperkuat kerja sama guna menjamin pasokan energi yang stabil. Kesepakatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu transportasi minyak global dan mendorong kenaikan harga.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang, Takaichi mengusulkan pembentukan kerangka dialog tentang keamanan ekonomi dan isu-isu lain antara Jepang dan Meksiko. Meksiko dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya mineral seperti tembaga dan seng, serta merupakan produsen minyak. Langkah ini dinilai strategis bagi Jepang yang merupakan negara miskin sumber daya dan mengimpor lebih dari 90% minyak mentahnya dari Timur Tengah.
Selain membahas energi, kedua pemimpin juga menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan meningkatkan iklim bisnis di Meksiko bagi perusahaan Jepang. Hal ini diharapkan dapat mendorong investasi dan kerja sama industri yang saling menguntungkan.
Pada hari yang sama, Takaichi juga melakukan pembicaraan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi, termasuk gas alam cair (LNG). Qatar merupakan salah satu produsen LNG terbesar di dunia, dan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Jepang untuk mendiversifikasi sumber energi.
Langkah diplomasi energi yang agresif ini menunjukkan keseriusan Jepang dalam mengamankan pasokan energi jangka panjang di tengah ketidakpastian geopolitik. Dengan menjalin kerja sama dengan Meksiko dan Qatar, Jepang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, tetapi juga memperkuat posisinya dalam rantai pasok energi global.



