Anjing Akita Hadiah Jepang untuk Putin, Yume, Dikabarkan Mati pada 2025
Baca dalam 60 detik
- Yume, anjing Akita yang dihadiahkan Prefektur Akita kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2012, dilaporkan mati karena usia tua pada 2025.
- Anjing betina itu sempat menjadi simbol diplomatik, muncul bersama Putin saat menyambut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 2014.
- Kabar kematian Yume diumumkan kantor kepresidenan Rusia, sementara pengasuhnya di Jepang menyatakan kesedihan namun mengapresiasi perawatan di Rusia.

Kantor kepresidenan Rusia mengonfirmasi bahwa Yume, anjing jenis Akita milik Presiden Vladimir Putin, telah mati pada 2025 karena faktor usia. Anjing betina yang namanya berarti "mimpi" dalam bahasa Jepang itu merupakan hadiah dari Prefektur Akita pada Juli 2012 sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan Rusia pascagempa dan tsunami dahsyat yang melanda timur laut Jepang pada Maret 2011.
Dalam pernyataan singkat kepada Kyodo News, kantor kepresidenan menyatakan, "Kami sedih memberitahukan bahwa Yume mati pada 2025 karena usia tua." Tidak dirinci tanggal pasti kematiannya. Yume diperkirakan akan berusia 14 tahun pada April 2025. Sebelumnya, pada Desember 2024, pihak Kremlin masih melaporkan bahwa Yume dalam kondisi baik meski sudah lanjut usia dan tetap menghibur Putin dengan sifatnya yang lembut dan setia.
Yume sempat menjadi ikon diplomasi Rusia-Jepang. Pada Februari 2014, ia menemani Putin saat menyambut Perdana Menteri Shinzo Abe di kediaman Putin di Sochi. Dua tahun kemudian, Putin membawa Yume ke konferensi pers dengan media Jepang menjelang kunjungannya ke Jepang.
Shoji Hatakeyama, pria 83 tahun asal Odate, Prefektur Akita, yang merawat Yume selama tiga bulan sebelum dihadiahkan ke Putin, mengaku sedih mendengar kabar tersebut. "Saya sedih, tapi saya pikir dia hidup sangat baik di Rusia yang lebih dingin dari Akita. Karena tidak ada informasi, saya penasaran bagaimana keadaannya," ujarnya.
Sebagai balasan, Putin mengirimkan seekor kucing Siberia kepada Gubernur Akita saat itu, Norihisa Satake, pada Februari 2013. Kucing bernama Mir (berarti "damai" dalam bahasa Rusia) itu mati karena sakit pada Desember 2024.
Kematian Yume menutup salah satu babak unik dalam hubungan bilateral Rusia-Jepang yang kerap diwarnai ketegangan politik. Meski simbolis, kehadiran Yume sempat menjadi pengingat bahwa di balik perbedaan kepentingan, masih ada ruang untuk pertukaran budaya dan persahabatan antarmasyarakat.



