Jemaah Haji Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Makkah Setelah Sempat Hilang
Baca dalam 60 detik
- Muhammad Firdaus (72), jemaah haji asal Jakarta, dilaporkan meninggal dunia setelah hilang selama sepekan di Makkah.
- Proses pencarian terhambat karena korban tidak membawa ponsel, kartu Nusuk, maupun identitas diri saat meninggalkan hotel.
- Pemerintah Indonesia akan menunaikan badal haji untuk almarhum sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Seorang jemaah haji asal Jakarta, Muhammad Firdaus (72), yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh Hasan Affandi, setelah proses identifikasi dilakukan oleh pihak keluarga bersama otoritas setempat.
Firdaus tergabung dalam Kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27) dan dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5) setelah meninggalkan hotel di kawasan sektor 9 Makkah. Tanpa membawa telepon seluler, kartu Nusuk, maupun kartu identitas, pencarian terhadapnya menjadi semakin rumit. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) kemudian menerima laporan tentang keberadaan jenazah tanpa identitas di salah satu rumah sakit di Makkah pada Jumat (22/5) malam.
Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Daerah Kerja Makkah bersama istri Firdaus, Nafsiah Nawan, segera mendatangi rumah sakit untuk melakukan identifikasi. Setelah pemeriksaan, Nafsiah memastikan bahwa jenazah tersebut adalah suaminya. Kabar ini sekaligus mengakhiri masa pencarian yang sempat menyita perhatian publik. PPIH Arab Saudi menyampaikan belasungkawa dan doa untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
Pemerintah Indonesia berencana melaksanakan badal haji untuk almarhum melalui petugas haji Indonesia, sebagai bentuk penghormatan dan pengganti ibadah haji yang tidak sempat ditunaikan. Hasan juga mengapresiasi dukungan dari keluarga, KJRI Jeddah, tim pencarian, dan masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kelengkapan identitas dan komunikasi bagi jemaah haji, terutama lansia, selama menjalankan ibadah di tanah suci. PPIH diharapkan terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.



