Skandal Keluarga di Balik Bir Singha: Pewaris Dikeluarkan dari Perusahaan Usai Tudingan Pelecehan Seksual
Baca dalam 60 detik
- Siranudh Scott, aktivis lingkungan dan pewaris keluarga Bhirombhakdi, mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual berulang oleh kakak laki-lakinya saat remaja.
- Ia merilis rekaman suara berisi pengakuan sang kakak, namun mengklaim keluarganya tidak mengambil tindakan, sehingga ia memutuskan untuk melepaskan statusnya sebagai pewaris Singha.
- Kasus ini memicu pemberitaan luas di media Thailand dan menyoroti isu pelecehan seksual dalam lingkungan keluarga elit bisnis.

Siranudh Scott, seorang aktivis lingkungan dan anggota keluarga Bhirombhakdi yang menguasai merek bir terkenal Singha, secara resmi dicopot dari posisinya di perusahaan keluarga. Langkah ini diambil setelah ia mengunggah video emosional yang menuduh kakak laki-lakinya melakukan pelecehan seksual berulang kali saat keduanya masih remaja.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial bulan ini, Siranudh yang berusia 29 tahun mengaku bahwa sebagian besar anggota keluarga mengetahui insiden tersebut karena ia memiliki rekaman suara berisi pengakuan sang kakak. Namun, ia menyesalkan tidak ada satu pun dari mereka yang mengambil tindakan tegas. "Saya tidak ingin lagi disebut sebagai pewaris Singha. Saya tidak ingin tinggal di keluarga yang tidak menghargai saya atau memiliki empati," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Siranudh, yang memiliki ayah berkebangsaan Skotlandia, dikenal sebagai aktivis konservasi laut yang kontroversial. Ia mendirikan kelompok Sea You Strong yang bergerak di perairan selatan Thailand. Meskipun demikian, pengakuannya kali ini telah menggeser fokus publik dari aktivitas lingkungannya ke skandal keluarga yang melibatkan salah satu konglomerat terbesar di negeri Gajah Putih.
Pencopotan Siranudh dari perusahaan keluarga tidak hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga memicu perdebatan luas di media Thailand. Banyak pihak menilai tindakan keluarga Bhirombhakdi sebagai bentuk pembungkaman korban, sementara yang lain melihatnya sebagai langkah perlindungan institusi. Ke depan, kasus ini diperkirakan akan mendorong diskusi lebih dalam tentang perlindungan korban pelecehan seksual di lingkungan keluarga elit bisnis Thailand.



