Trump Sebut Akhir 'The Late Show' sebagai Awal Kehancuran Pembawa Acara Malam Hari
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump mengecam para pembawa acara talk show malam hari setelah 'The Late Show with Stephen Colbert' tamat, menyebutnya sebagai awal dari akhir bagi industri tersebut.
- Trump secara khusus menyerang Stephen Colbert dan Jimmy Kimmel, menilai mereka tidak berbakat, tidak lucu, dan memiliki rating rendah, serta memprediksi program serupa akan menyusul.
- Episode pamungkas Colbert justru berlangsung sederhana dengan cameo selebritas, termasuk Paul McCartney sebagai tamu terakhir, tanpa kemewahan yang direncanakan sebelumnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik pedas terhadap para pembawa acara talk show malam hari setelah 'The Late Show with Stephen Colbert' menayangkan episode terakhirnya di CBS pada Kamis (21/05/26). Trump menyebut momen tersebut sebagai awal dari kehancuran bagi para host yang dianggapnya tidak berbakat dan terlalu dibayar mahal.
Melalui platform Truth Social pada Jumat pagi (22/05/26), Trump menulis bahwa pemecatan Colbert dari CBS adalah 'Beginning of the End' bagi para pembawa acara televisi malam yang tidak berbakat, jahat, terlalu mahal, tidak lucu, dan berrating rendah. Ia menambahkan bahwa host lain dengan bakat lebih rendah akan segera menyusul, dan mendoakan mereka semua beristirahat dengan damai. Trump juga menyebut Colbert sebagai 'orang brengsek' dan menganalogikannya seperti 'orang mati' karena dianggap tidak memiliki bakat, rating, maupun kehidupan.
Trump, yang kini berusia 79 tahun, juga mengancam bahwa program acara Jimmy Kimmel—yang kerap berseteru dengannya—bisa bernasib sama. Pernyataan ini menegaskan kembali permusuhan Trump terhadap media arus utama dan para kritikusnya di industri hiburan.
Colbert sendiri dalam monolog pembukanya mengatakan bahwa cara terbaik untuk merayakan adalah dengan melakukan acara normal dan membicarakan percakapan nasional. Sikap ini kontras dengan serangan Trump yang justru melihat akhir acara tersebut sebagai bukti kegagalan industri talk show malam hari.
Reaksi Trump tidak hanya menyoroti persaingan pribadi, tetapi juga mencerminkan polarisasi yang lebih luas antara tokoh politik dan media hiburan. Dengan berakhirnya 'The Late Show', pertanyaan muncul mengenai masa depan format talk show malam hari di tengah perubahan kebiasaan menonton dan tekanan politik.
"Colbert is finally finished at CBS. Amazing that he lasted so long! No talent, no ratings, no life. He was like a dead person." — Donald Trump via Truth Social
Ke depannya, industri televisi malam hari harus beradaptasi dengan realitas baru: penurunan rating linear, fragmentasi audiens, dan serangan langsung dari figur politik. Apakah pernyataan Trump sekadar retorika atau pertanda perubahan nyata, hanya waktu yang akan menjawab.



