Eddy Soeparno Imbau WNI Kaji Risiko Misi Kemanusiaan ke Gaza Pasca Penangkapan 9 Aktivis
Baca dalam 60 detik
- Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno meminta WNI yang berniat mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza untuk mengevaluasi potensi bahaya, merujuk pada insiden penangkapan sembilan warga oleh Israel.
- Eddy mengecam tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan HAM, serta mengapresiasi upaya pemerintah membebaskan para WNI.
- Sembilan WNI yang ditahan di Pelabuhan Ashdod dilaporkan mengalami kekerasan fisik, termasuk pemukulan dan setrum, sebelum akhirnya dibebaskan dan dijadwalkan pulang ke Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendesak warga negara Indonesia (WNI) untuk mempertimbangkan secara saksama segala risiko sebelum berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden penangkapan sembilan WNI oleh militer Israel di perairan internasional saat mereka bergabung dalam konvoi Global Sumud Flotilla (GSF).
Dalam pernyataannya di kompleks parlemen Jakarta, Jumat (22/5), Eddy menekankan bahwa pengalaman pahit yang dialami para relawan harus menjadi pelajaran berharga. "Saya perlu sampaikan kepada saudara-saudara kita yang lain yang ingin melaksanakan aksi kemanusiaan serupa, perlu dipertimbangkan matang-matang risiko yang akan dihadapi," ujarnya. Ia memperingatkan bahwa konsekuensi yang mungkin timbul bisa lebih besar dan berakibat fatal jika tidak diantisipasi dengan baik.
Eddy menyambut baik pembebasan kesembilan WNI tersebut dan mengapresiasi langkah cepat pemerintah Indonesia dalam upaya diplomatik. Namun, ia juga mengecam keras tindakan Israel yang dinilainya melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia. "Menahan mereka yang bergerak untuk misi kemanusiaan di Gaza adalah pelanggaran hukum internasional dan HAM, sehingga perlu dikecam," tegas politikus PAN itu.
Setelah ditangkap, para WNI dibawa ke Pelabuhan Ashdod dan diproses di detensi imigrasi Israel. Mereka kini telah bebas dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri. Insiden ini menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan serta risiko yang dihadapi oleh para pekerja kemanusiaan yang mencoba menembus blokade Gaza.
Ke depan, Eddy berharap pemerintah terus memperkuat perlindungan bagi WNI di luar negeri, terutama mereka yang terlibat dalam misi kemanusiaan. Ia juga mendorong agar setiap individu yang berniat bergabung dalam misi serupa berkonsultasi dengan otoritas terkait dan mematuhi protokol keamanan yang ketat.



