Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Siaga dan Zona Bahaya Diperketat
Baca dalam 60 detik
- Gunung Semeru meletus pada Jumat malam dengan luncuran awan panas, meski tinggi kolom abu tak teramati karena kabut.
- Status gunung masih Level III (Siaga) dengan radius bahaya diperluas hingga 13 km di sektor tenggara Besuk Kobokan.
- Masyarakat diimbau menjauhi sungai berhulu di puncak karena potensi perluasan awan panas dan lahar mencapai 17 km.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang mengalami erupsi pada Jumat (22/5) malam, disertai luncuran awan panas. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa letusan terjadi pukul 18.40 WIB, namun tinggi kolom abu tidak dapat teramati karena tertutup kabut tebal. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 15 detik.
Sepanjang hari Jumat, gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu tercatat mengalami enam kali erupsi sejak pukul 06.44 WIB. Aktivitas vulkanik yang meningkat ini membuat status Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). Pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat di sekitar gunung, terutama di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan. Warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak, yang merupakan pusat erupsi.
Yadi Yuliandi menegaskan bahwa di luar radius 13 km, masyarakat tetap tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak. Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah juga dinyatakan rawan terhadap lontaran batu pijar. Imbauan ini berlaku untuk seluruh wilayah yang berpotensi terdampak, termasuk aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Lebih lanjut, petugas mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga masuk dalam zona waspada karena dapat menjadi jalur aliran lahar. Peningkatan aktivitas vulkanik ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan bencana.
Ke depan, pemantauan intensif terus dilakukan oleh petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas setempat dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya. Dengan status Siaga yang masih berlaku, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk meminimalkan risiko akibat erupsi susulan.



