Pengamen Berbaju Pocong di Tangerang Selatan: Isu Hoaks yang Meresahkan Warga
Baca dalam 60 detik
- Penampakan pocong di Ciputat Timur ternyata hanya aksi seorang pengamen yang menggunakan kostum cosplay.
- Polisi telah mengonfirmasi tidak ada sosok mistis, dan akan menelusuri akun penyebar pertama isu tersebut.
- Polda Banten meningkatkan patroli malam dan mengimbau masyarakat tidak mudah percaya informasi tanpa verifikasi.

Kepolisian berhasil mengungkap misteri di balik kemunculan sosok menyerupai pocong yang membuat resah warga di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Setelah melakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa sosok tersebut bukanlah makhluk halus, melainkan seorang pengamen yang sengaja mengenakan kostum pocong untuk mencari nafkah.
Isu ini pertama kali mencuat di media sosial setelah sejumlah warganet mengaku melihat penampakan pocong di beberapa titik, seperti Jalan Haji Gadung Raya dan sekitar Komplek Pertamina. Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kecemasan di kalangan masyarakat setempat. Menanggapi hal itu, polisi langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
"Kami sudah turun dan menemui beberapa masyarakat di sekitar lokasi, isu pocong itu tidak ada," ujar Bambang, perwakilan kepolisian setempat, Kamis (21/5). Ia menegaskan bahwa hasil penelusuran menunjukkan sosok yang dimaksud adalah pengamen yang sedang memakai kostum pocong. "Jadi tidak ada pocong, yang ada adalah pengamen yang cosplay jadi pocong," tambahnya.
Polisi berencana memanggil pemilik akun yang pertama kali menyebarkan isu tersebut untuk dimintai klarifikasi. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat memicu kepanikan. Bambang mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. "Cek dulu kebenarannya sebelum menyebar isu," tuturnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea juga meminta warga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. "Masyarakat kami minta tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan lingkungan, dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian atau melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam," ujar Maruli di Serang.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirullah menambahkan bahwa pihaknya mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam penyebaran isu ini. "Kami tidak ingin keresahan masyarakat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan aksi kejahatan seperti pencurian, perampokan, maupun gangguan kamtibmas lainnya," pungkas Indra.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi informasi di era digital. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh konten-konten sensasional yang belum tentu kebenarannya, serta selalu berkoordinasi dengan aparat jika menemukan hal-hal mencurigakan.



