Viral Isu 'Pocong Keliling' di Tangerang hingga Jakarta Barat, Polisi Pastikan Hoaks
Baca dalam 60 detik
- Warga Tangerang Raya dan Jakarta Barat dihebohkan kabar kemunculan sosok pocong yang diduga modus kriminal, namun polisi belum menemukan bukti.
- Penelusuran di Rajeg, Ciputat Timur, dan Kalideres menunjukkan isu tersebut tidak berdasar; satu kasus di Ciputat ternyata hanya pengamen cosplay.
- Aparat mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi mencegah kepanikan.

Isu kemunculan sosok pocong yang meresahkan warga di sejumlah wilayah Tangerang Raya, Banten, hingga merembet ke Jakarta Barat, dipastikan tidak benar oleh pihak kepolisian. Dalam beberapa hari terakhir, kabar tentang pocong keliling dan pocong bergolok viral di media sosial, memicu kekhawatiran publik akan potensi tindak kriminal yang menyamar sebagai teror mistis.
Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi maupun temuan di lapangan yang mendukung narasi tersebut. Penelusuran di Kecamatan Rajeg, yang disebut sebagai lokasi awal kemunculan, tidak membuahkan hasil. "Kami masih melakukan pendalaman karena belum ada laporan resmi yang masuk," ujar Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara.
Di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kapolsek Kompol Bambang Askar Sodiq mengungkapkan bahwa setelah dicek, sosok yang dilaporkan sebagai pocong hanyalah seorang pengamen yang berdandan menyerupai pocong. "Jadi tidak ada pocong, yang ada adalah pengamen yang cosplay jadi pocong," katanya. Sementara itu, informasi tentang pocong bergolok yang diterima melalui hotline Polsek Pamulang juga tidak terbukti setelah polisi mendatangi lokasi dan mewawancarai warga sekitar.
Fenomena serupa juga mencuat di Kalideres, Jakarta Barat. Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang memastikan kabar tersebut hoaks setelah timnya melakukan pengecekan langsung. "Kita udah cek melalui bhabinkamtibmas kita, unit reskrim. Yang disampaikan di medsos itu, nggak ada kejadian seperti itu," tegasnya. Ia menambahkan bahwa informasi yang beredar masih simpang siur dan tidak memiliki dasar fakta.
"Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," imbau Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Polisi mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Sebelum menyebarkan, pastikan kebenarannya dengan melakukan verifikasi silang atau menghubungi aparat setempat. Penyebaran hoaks semacam ini tidak hanya meresahkan, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban umum dan menghambat upaya penegakan hukum.
Ke depan, sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci dalam meredam isu-isu yang tidak berdasar. Dengan literasi digital yang baik, warga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum teruji kebenarannya.



