Kebakaran di Kampus Binus Kemanggisan, Petugas Damkar Sempat Kesulitan Cari Titik Api
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran melanda auditorium Kampus Binus Cakra, Jakarta Barat, pada Jumat pagi, dengan 12 unit mobil damkar dan 60 personel dikerahkan.
- Petugas mengalami kendala dalam pemadaman karena asap tebal di lantai 5 menutupi sumber api, sehingga harus menggunakan alat bantu pernapasan.
- Hingga berita ini diturunkan, api belum merembet ke ruangan lain dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6583211/original/037870600_1779424924-caec23c8-9b13-4156-b458-45e71eb4f355.jpeg)
Kebakaran terjadi di ruang auditorium Kampus Bina Nusantara (Binus) Cakra, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5/2026) pagi. Insiden ini memicu respons cepat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat yang mengerahkan 12 unit mobil pemadam dengan 60 personel. Namun, proses pemadaman tidak berjalan mulus karena petugas kesulitan menemukan titik api akibat kepulan asap tebal yang memenuhi lantai 5 gedung.
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa timnya menerima laporan sekitar pukul 05.30 WIB dari Satgas Kebon Jeruk. Enam belas menit kemudian, armada pemadam sudah meluncur ke lokasi. Saat tiba, kondisi lantai 5 sudah dipenuhi asap pekat, memaksa petugas menggunakan alat bantu pernapasan (breathing apparatus) untuk bisa masuk dan melakukan pencarian sumber api. "Titik apinya agak sulit ditemukan karena tertutup asap," ujar Syaiful kepada wartawan di lokasi.
- Lokasi: Lantai 5, Kampus Binus Cakra, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
- Waktu kejadian: Jumat, 22 Mei 2026, pukul 05.30 WIB
- Unit dikerahkan: 12 mobil pemadam, 60 personel
- Area terdampak: Ruang auditorium (belum merembet ke ruang lain)
- Status: Proses overhaul dan pendinginan, masih ada bara kecil
Setelah berhasil memadamkan api utama, petugas memasuki tahap overhaul, yaitu menyisir seluruh area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi. Syaiful Kahfi menyebutkan bahwa pendinginan telah selesai, dan saat ini fokus pada pemadaman bara kecil di material bangunan, termasuk glasswool yang harus dibongkar untuk pemeriksaan menyeluruh. "Kondisinya sudah mendekati aman. Tidak ada titik api besar, hanya bara-bara kecil yang masih kita padamkan," tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, api belum dilaporkan merembet ke ruangan lain di luar auditorium. Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian yang telah tiba di lokasi. Tidak ada korban jiwa atau luka yang dilaporkan dalam insiden ini.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan sistem proteksi kebakaran di gedung pendidikan tinggi. Dengan asap yang cepat memenuhi lantai, respons cepat petugas damkar menjadi kunci dalam membatasi kerusakan. Evaluasi lebih lanjut terhadap sistem deteksi dan pemadaman otomatis di kampus diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa depan.



