Banjir dan Hujan Deras Landa China, 12 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi
Baca dalam 60 detik
- Hujan deras dan banjir di sejumlah provinsi China sejak akhir pekan lalu telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
- Curah hujan ekstrem mencapai 339 mm dalam 24 jam di Hunan memecahkan rekor sejarah, sementara provinsi Hubei dan Guizhou juga mengalami dampak parah dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
- Insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan China terhadap bencana hidrometeorologi, menyusul banjir besar yang menewaskan puluhan orang di Beijing pada Juli tahun lalu.

Bencana banjir dan hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di China sejak akhir pekan lalu telah mengakibatkan sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi. Laporan dari media pemerintah setempat, Rabu (20/5), menyebutkan bahwa provinsi Hunan, Hubei, dan Guizhou menjadi daerah yang paling parah terdampak.
Di Kabupaten Shimen, Provinsi Hunan, China tengah, hujan lebat menyebabkan lima orang meninggal dunia dan 11 lainnya dinyatakan hilang. Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian. Menurut kantor berita Xinhua, lebih dari 19.000 warga telah direlokasi hingga Selasa malam. Curah hujan kumulatif mencapai 339 milimeter dalam periode 24 jam hingga pukul 07.00 waktu setempat pada Senin. Salah satu kota di kabupaten tersebut bahkan mencatat curah hujan 240 milimeter hanya dalam beberapa jam, memecahkan rekor sejarah.
Di Provinsi Hubei yang berdekatan, banjir mengubah sejumlah jalan menjadi sungai. Petugas penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak. Sejumlah rumah terendam atau runtuh. Hingga Selasa pagi, tiga orang dilaporkan tewas dan empat lainnya hilang. Sementara itu, di Provinsi Guizhou, China barat daya, hujan deras dan banjir menyebabkan empat kematian dan lima orang hilang. Di beberapa daerah, rumah terendam, jalan rusak, dan komunikasi terputus. Lebih dari 3.700 orang harus direlokasi.
Bencana akibat banjir merupakan fenomena yang kerap terjadi di China. Pada Juli tahun lalu, hujan dan banjir di Beijing menewaskan puluhan orang. Secara terpisah, Xinhua melaporkan bahwa 10 orang tewas setelah sebuah truk pikap jatuh dari jembatan di wilayah selatan Guangxi pada Sabtu lalu.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim. Pemerintah setempat terus berupaya melakukan evakuasi dan penanganan darurat untuk meminimalkan korban jiwa serta kerugian material.



