Perampokan Minimarket di Tangerang: Pelaku Bersenpi Gasak Rp29,9 Juta, Polisi Kejar Dua Spesialis
Baca dalam 60 detik
- Dua pria bersenjata api dan pisau merampok minimarket di Solear, Tangerang, membawa kabur uang tunai hampir Rp30 juta dari brankas.
- Polisi telah mengamankan rekaman CCTV dan memeriksa saksi, namun identitas pelaku yang diduga spesialis masih dalam pengembangan.
- Aksi yang terjadi dini hari itu menunjukkan modus kekerasan fisik terhadap karyawan, mengindikasikan peningkatan risiko kejahatan bersenjata di ritel.

Aksi perampokan bersenjata api mengguncang sebuah minimarket di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (20/5) dini hari. Dua pelaku berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp29.930.000 dari brankas toko setelah menodongkan pistol dan pisau kepada dua pegawai yang tengah berjaga.
Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas. Dari rekaman CCTV, terlihat kedua pelaku mengenakan jaket hitam dan helm, langsung menuju meja kasir. Satu pelaku menodongkan senjata api jenis pistol ke arah kasir, sementara rekannya mengacungkan pisau dan memaksa karyawan menunjukkan lokasi brankas.
Di area brankas, pelaku tidak segan memukul salah satu karyawan hingga tersungkur untuk memaksa membuka tempat penyimpanan uang. Setelah brankas terbuka, seluruh uang tunai diambil dan kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Aditya menambahkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 03.45 WIB dan hingga kini identitas pelaku belum teridentifikasi. "Pelaku merupakan spesialis dan sampai sejauh ini masih kita lakukan pengembangan," ujarnya, Jumat (22/5).
Modus operandi yang melibatkan kekerasan fisik dan penggunaan senjata api menyoroti meningkatnya kerentanan gerai ritel 24 jam terhadap kejahatan bersenjata. Minimarket yang beroperasi pada jam-jam sepi sering menjadi sasaran empuk karena minimnya pengamanan dan jumlah karyawan yang terbatas. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem keamanan di toko serupa, terutama di daerah pinggiran seperti Solear.
Polisi saat ini tengah mengembangkan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi. Tidak menutup kemungkinan pelaku merupakan bagian dari jaringan kejahatan yang telah beraksi di beberapa lokasi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, sementara pemilik usaha ritel disarankan memperkuat sistem pengamanan, termasuk penggunaan alarm dan kamera pengawas yang terintegrasi dengan kantor polisi terdekat.
Ke depan, koordinasi antara aparat kepolisian dan pelaku usaha ritel menjadi krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Peningkatan patroli pada jam rawan serta edukasi kepada karyawan tentang prosedur menghadapi perampokan dapat menjadi langkah mitigasi yang efektif. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan di sektor ritel tidak bisa diabaikan begitu saja.



