Tragedi di Pegunungan Bintang: 10 Penambang Emas Tewas, KKB Diduga di Balik Pembantaian
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 10 pendulang emas ditemukan tewas di Distrik Awimbon, Papua Pegunungan, diduga dibantai oleh KKB Batalyon Yamue.
- Proses evakuasi terkendala medan berat dan akses terbatas, dengan korban selamat masih dilaporkan bersembunyi di hutan.
- Aparat mengimbau masyarakat menghindari aktivitas penambangan ilegal di zona rawan konflik bersenjata.

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz masih mendalami peristiwa pembunuhan massal yang menimpa para penambang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Insiden berdarah yang terjadi pada Senin (18/5) itu menewaskan sedikitnya sepuluh orang, dengan kemungkinan jumlah korban bertambah seiring masih adanya sejumlah pendulang yang dilaporkan bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan awal dan analisis terhadap rekaman video yang beredar mengarahkan kecurigaan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka. Kelompok yang diperkirakan beranggotakan 15 orang itu disebut-sebut membawa satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan. Peristiwa ini menambah panjang daftar kekerasan bersenjata di wilayah Papua yang kerap menyasar warga sipil.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi jenazah, serta mengejar kelompok pelaku secara profesional dan terukur. "Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5).
Kondisi geografis yang ekstrem menjadi tantangan utama. Meskipun lokasi kejadian berada di Pegunungan Bintang, akses paling memungkinkan justru melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Tim gabungan terpaksa membuka jalur dengan merambah hutan lebat untuk mencapai titik lokasi. Pos aju dan titik evakuasi sementara dipusatkan di Tanah Merah guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah rawan konflik. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan hutan lindung yang tidak memiliki izin resmi dan kerap menjadi sasaran gangguan keamanan oleh KKB. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, meminta publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung proses penanganan yang dilakukan aparat. "Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan," katanya.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan warga sipil di wilayah konflik Papua dan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap kelompok bersenjata. Ke depan, koordinasi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa serta memastikan keselamatan masyarakat yang masih beraktivitas di daerah rawan.



