Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Sumut, Ratusan Hektare Sawah Terendam
Baca dalam 60 detik
- Hujan deras pada 20-21 Mei 2026 memicu banjir dan longsor di tiga kabupaten Sumatera Utara, merendam sawah dan rumah warga.
- BPBD Sumut mencatat kerusakan infrastruktur jalan dan ancaman gagal panen, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
- Penanganan darurat masih berlangsung, dengan kebutuhan alat berat di Pakpak Bharat untuk membersihkan material longsor.

Bencana hidrometeorologi kembali melanda Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur pada 20-21 Mei 2026 menyebabkan banjir dan tanah longsor di tiga kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, dan Padanglawas Utara. Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini telah merendam lahan pertanian dan pemukiman warga.
Di Tapanuli Utara, banjir melanda empat kecamatan: Sipahutar, Purbatua Rumah, Siborongborong, dan Simangumban. Di Kecamatan Sipahutar, genangan air merendam area persawahan seluas 8 hektare. Sementara di Purbatua Rumah, empat unit rumah warga terendam. Kondisi lebih parah terjadi di Siborongborong, di mana sebagian tanaman padi masyarakat terancam gagal panen akibat banjir. Di Simangumban, luapan air sungai memutus akses jalan dari Desa Simangumban Jae menuju Silosung.
Tidak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik. Di Tapanuli Utara, longsor melanda Desa Harianja (Kecamatan Pangaribuan) dan Desa Dolok Sanggul (Kecamatan Simangumban) pada Rabu, 20 Mei 2026. Material longsor menutupi jalan sepanjang 20 meter, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Di Sipabang, Desa Dolok Sanggul, terdapat dua titik longsor yang menyebabkan akses jalan terputus total.
Sementara itu, di Kabupaten Pakpak Bharat, hujan deras disertai angin kencang memicu tanah longsor di Jalan Desa Sibongkaras menuju Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Salak, pada Kamis, 21 Mei 2026. Dua titik longsor telah ditangani oleh pemerintah setempat, namun tiga titik lainnya masih memerlukan alat berat dari Dinas PUPR dan Dinas Pertanian setempat. Banjir juga merendam satu unit rumah warga dan areal pertanian seluas 5 hektare di Desa Kuta Tinggi.
Di Kabupaten Padanglawas Utara, longsor terjadi di Desa Sababangunan, Kecamatan Padang Bolak, tepatnya di tebing Sungai Batang Pane yang berada di area Pondok Pesantren Tahfidz Quran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas di lapangan saat ini masih melakukan pendataan dampak kerusakan.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan wilayah Sumatera Utara terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat musim hujan. BPBD Sumut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir. Pemerintah daerah diharapkan segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan yang terputus.



