Blackout Sumatra Barat: Aktivitas Warga Lumpuh, Kampung Sepi Tanpa Listrik
Baca dalam 60 detik
- Pemadaman listrik serentak melanda Sumatra Barat pada Jumat malam, melumpuhkan aktivitas rumah tangga dan komunikasi warga.
- Kondisi ini menyoroti kerentanan infrastruktur kelistrikan di daerah, terutama saat cuaca panas meningkatkan ketergantungan pada pendingin ruangan.
- Kejadian serupa berpotensi terulang jika tidak ada peningkatan kapasitas dan keandalan sistem distribusi listrik di Sumatra.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6623238/original/096687400_1779453691-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_19.33.11.jpeg)
Pemadaman listrik secara massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Barat pada Jumat (22/5/2026) malam, menyebabkan aktivitas warga terhenti total. Keluhan warga mulai dari rumah gelap gulita, udara panas tanpa kipas angin, hingga kesulitan mengisi daya ponsel menjadi pemandangan umum di beberapa daerah terdampak.
Jamaril (56), warga Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatan, menuturkan listrik padam sejak selepas Magrib dan hingga pukul 21.03 WIB belum juga menyala. “Biasanya jam segini kampung ramai, sekarang sepi total,” ujarnya. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti pemadaman, namun kondisi gelap membuat banyak aktivitas rumah tangga terhambat, termasuk memasak dan memenuhi kebutuhan air.
Keluhan serupa disampaikan Juliya (28) dari Embacang Limus, Pesisir Selatan. Ia tengah menyetrika saat listrik padam. “Rumah jadi panas, HP hampir habis baterai, semoga cepat hidup,” katanya. Suci (28) dari Lubuk Begalung, Padang, menambahkan bahwa jaringan komunikasi ikut terganggu karena sinyal eror dan perangkat tidak bisa diisi daya. Keluarganya sementara menggunakan lilin sebagai penerangan.
Pemadaman ini menyoroti kerentanan infrastruktur kelistrikan Sumatra Barat yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Cuaca panas yang melanda Kota Padang pada hari yang sama semakin mempertegas urgensi perbaikan sistem distribusi. Warga berharap pihak terkait segera menyelesaikan perbaikan, namun hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti dan estimasi waktu pemulihan.
Ke depan, kejadian ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan operator listrik untuk meningkatkan keandalan jaringan, terutama di daerah rawan pemadaman. Investasi pada infrastruktur cadangan dan sistem monitoring real-time bisa menjadi langkah strategis untuk meminimalkan dampak serupa di masa mendatang.



