Rekor Baru Pendakian Everest: 275 Orang Capai Puncak dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 275 pendaki mencapai puncak Everest dari sisi Nepal pada Rabu lalu, memecahkan rekor pendakian satu hari terbanyak.
- Lonjakan jumlah pendaki memicu kembali kekhawatiran akan kepadatan di jalur pendakian, terutama jika cuaca buruk mempersempit jendela pendakian.
- Nepal telah menerbitkan rekor 492 izin musim ini, menunjukkan betapa menguntungkannya bisnis ekspedisi gunung bagi negara tersebut.
Sebanyak 275 pendaki berhasil mencapai puncak Gunung Everest dari sisi selatan Nepal pada Rabu lalu, menjadikannya rekor baru untuk jumlah pendakian dalam satu hari. Angka ini melampaui catatan sebelumnya yang juga tercatat pada 2023, meskipun saat itu pendakian dilakukan dari dua sisi, yaitu Nepal dan Tibet.
Juru bicara Departemen Pariwisata Nepal, Himal Gautam, menyatakan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan perlu diverifikasi melalui foto serta pernyataan dari perusahaan ekspedisi dan pemandu. "Ini adalah jumlah pendakian satu hari tertinggi dalam sejarah ekspedisi Gunung Everest," ujarnya. Setiap pendaki yang berhasil akan menerima sertifikat resmi setelah data terverifikasi.
Fenomena ini tidak lepas dari booming industri pendakian yang telah menjadi bisnis menguntungkan bagi Nepal sejak Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa pertama kali menaklukkan Everest pada 1953. Musim ini, Nepal mengeluarkan rekor 492 izin pendakian, dengan tenda-tenda berjejer di kaki gunung untuk menampung para pendaki dan staf pendukung. Sekitar 600 orang telah mendaki Everest sejak musim semi dimulai bulan lalu.
Namun, lonjakan jumlah pendaki kembali menimbulkan kekhawatiran akan kepadatan di jalur pendakian, terutama jika cuaca buruk mempersempit jendela pendakian. Gunung yang berada di perbatasan Nepal-China ini hanya bisa didaki dari sisi Nepal tahun ini karena otoritas China menutup rute dari Tibet. Musim pendakian diperkirakan akan berakhir pada pekan pertama Juni.
Ke depannya, rekor ini menjadi pengingat akan perlunya pengelolaan yang lebih baik terhadap arus pendaki, baik dari segi keselamatan maupun dampak lingkungan. Nepal perlu menyeimbangkan antara keuntungan ekonomi dari industri pendakian dengan risiko yang ditimbulkan oleh kepadatan di ketinggian ekstrem.



