Sultan hingga Menkeu Hadir di Jogja Financial Festival 2026, Literasi Keuangan Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Jogja Financial Festival 2026 dihadiri Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, membahas literasi keuangan dan stabilitas ekonomi.
- Ketua LPS Anggito Abimanyu mengingatkan minat investasi anak muda harus diimbangi literasi agar tidak menjadi spekulasi, sementara Rektor UGM Ova Emilia menekankan pemahaman risiko.
- Menkeu Purbaya optimistis aturan DHE SDA per 1 Juni 2026 akan memperkuat rupiah ke Rp15.000 per dolar AS, dan mendorong pemegang dolar segera melepas kepemilikannya.

Jogja Financial Festival 2026 resmi digelar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada Jumat (22/5/2026). Acara yang mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, dan masyarakat umum ini dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X serta Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi daya tarik utama dalam festival yang berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyoroti tren meningkatnya minat investasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, fenomena ini merupakan sinyal positif bagi industri keuangan nasional, namun harus diimbangi dengan penguatan literasi keuangan agar tidak berubah menjadi perilaku spekulatif. "Berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi ritel, fintech, kripto, hingga aset digital lainnya semakin diminati anak muda. Optimisme tanpa pemahaman yang memadai dapat memicu spekulasi," ujar Anggito. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat kini semakin aktif bertransaksi digital, tetapi belum sepenuhnya memiliki kemampuan perencanaan keuangan yang baik.
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Ova Emilia mengapresiasi penyelenggaraan festival ini dan menekankan pentingnya literasi keuangan yang komprehensif. "Literasi keuangan bukan sekadar memahami tabungan, investasi, kredit, asuransi, fintech, atau aset digital. Lebih dari itu, literasi keuangan harus mencakup pemahaman risiko agar tidak berubah menjadi kerentanan," tegasnya. Pernyataan ini sejalan dengan kekhawatiran banyak pihak tentang maraknya pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong yang merugikan masyarakat.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga keberadaban masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pinjol. "Uang dan sistem keuangan memang penting, tetapi jangan sampai menjadi tujuan akhir. Mari kita mawas diri dan memahami makna kemakmuran yang sesungguhnya," pesan Sri Sultan. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak pada materialisme semata.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sesi business talk yang dipandu Chairul Tanjung menegaskan bahwa aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mulai berlaku 1 Juni 2026 akan memperkuat nilai tukar rupiah. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelemahan rupiah saat ini.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Aturan Baru | DHE SDA berlaku 1 Juni 2026 |
| Target Rupiah | Rp15.000 per dolar AS |
| Imbauan | Pemegang dolar segera melepas kepemilikannya |
"Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp15.000 per dolar AS," tegas Purbaya. Pernyataan ini disambut antusias oleh peserta, termasuk dua siswa yang melontarkan pertanyaan kritis kepada Menteri Keuangan terkait kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu ekonomi makro.
Selain sesi diskusi, Jogja Financial Festival 2026 juga menghadirkan berbagai pakar dalam rangkaian business talk. Di antaranya Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. Festival ini tidak hanya menjadi ajang edukasi keuangan, tetapi juga menyediakan hiburan bagi masyarakat.
"Uang dan sistem keuangan memang penting, tetapi jangan sampai menjadi tujuan akhir." β Sri Sultan Hamengkubuwono X
Ke depan, festival ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan stabil.



