Griezmann Pamit dari Atletico: 'Saya Minta Maaf, Pergi ke Barcelona Adalah Kesalahan'
Baca dalam 60 detik
- Permintaan maaf terakhir: Antoine Griezmann secara terbuka meminta maaf kepada suporter Atletico Madrid atas keputusannya hengkang ke Barcelona pada 2019, mengakui bahwa ia "tidak menyadari besarnya kasih sayang" yang ia terima di klub.
- Perpisahan emosional: Penyerang berusia 35 tahun yang juga topskorer sepanjang masa klub itu mengucapkan salam perpisahan setelah laga kandang terakhir melawan Girona, sebelum bergabung dengan Orlando City di MLS.
- Penghormatan untuk Simeone: Griezmann menyebut Diego Pablo Simeone sebagai sosok "yang mengubah segalanya di klub ini" dan mengakui bahwa pelatih asal Argentina itu membantunya menjadi juara dunia serta merasakan sebagai pemain terbaik di dunia.

MADRID, SPANYOL — Antoine Griezmann menggenapi 10 tahun pengabdiannya di Atletico Madrid (terbagi dalam dua periode) dengan laga kandang terakhir melawan Girona pada Minggu (17/5). Kemenangan 1-0 yang ditentukan oleh assist Griezmann untuk gol Ademola Lookman menjadi latar belakang pidato perpisahan yang emosional di hadapan publik Riyadh Air Metropolitano. Penyerang berusia 35 tahun yang juga topskorer sepanjang masa klub itu—telah disepakati akan bergabung dengan klub MLS Orlando City pada musim panas—kembali meminta maaf atas keputusannya meninggalkan Atletico menuju Barcelona pada musim panas 2019, sebuah langkah yang ia sebut sebagai "kesalahan".
Maaf yang Terlambat: Dari Barcelona Kembali ke Rumah
Dalam pidatonya yang dikutip oleh Sport, Griezmann memulai dengan permohonan maaf yang tulus kepada para pendukung yang bertahan setia mendukungnya meskipun ia pernah pergi. "Pertama, terima kasih kalian semua telah bertahan. Ini luar biasa. Kedua, dan ini sangat penting bagi saya, saya tahu banyak yang sudah memaafkan dan beberapa mungkin masih belum, tetapi saya mohon maaf sekali lagi. Saya tidak menyadari besarnya kasih sayang yang saya miliki di sini. Saya masih sangat muda. Itu adalah kesalahan (pergi ke Barcelona), saya memikirkan ulang dan kami melakukan segalanya untuk kembali dan menikmatinya lagi." Pernyataan ini mengacu pada musim panas 2019 ketika Griezmann meninggalkan Atletico melalui skandal klausul rilis yang menurun dari €200 juta menjadi €120 juta pada 1 Juli—sebuah keputusan yang memicu kemarahan besar dari basis penggemar.
Ia kemudian pulang ke Atletico pada 2021, awalnya dengan status pinjaman sebelum transfer permanen diselesaikan. Selama periode keduanya, meskipun tidak berhasil membawa pulang gelar liga atau Liga Champions, Griezmann berhasil memperbaiki hubungan dengan suporter dan menambah koleksi golnya menjadi rekor sepanjang masa klub. Dalam pidatonya, ia secara khusus menyoroti peran Diego Pablo Simeone: "Untuk staf pelatih dan untuk orang yang mengubah segalanya di klub ini: Don Diego Pablo Simeone. Berkat Anda, ada begitu banyak antusiasme dan saya menjadi juara dunia serta merasa sebagai yang terbaik di dunia. Saya berutang banyak kepada Anda dan merupakan suatu kehormatan dapat berjuang untuk Anda."
📊 STATISTIK KARIER GRIEZMANN DI ATLETICO
Total musim: 10 tahun (2 periode)
Status: Topskor sepanjang masa klub
Gelar bersama Atleti: Liga Europa (2018), Piala Super UEFA (2018)
Pencapaian individu: Juara Piala Dunia 2018 (bersama Prancis)
Tujuan berikutnya: Orlando City (MLS, musim panas 2026)
Penghormatan untuk Simeone, Koke, dan Keluarga
Griezmann juga menyampaikan penghormatan mendalam kepada rekan setim dan kapten tim, Koke Resurreccion, yang ia sebut sebagai "legenda sejati klub ini." Tidak lupa, ia berterima kasih kepada istrinya yang selalu mendukung di masa-masa sulit: "Terima kasih telah mendukung saya di hari-hari buruk dan menahan amarah saya saat kekalahan. Aku mencintaimu." Ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya yang membawanya berkeliling Prancis untuk bermain sepak bola. "Berkat mereka, saya bisa menikmati sepak bola di sini." Meskipun mengakui bahwa ia belum berhasil membawa pulang satu pun gelar liga atau Liga Champions untuk Atletico, Griezmann menegaskan bahwa kasih sayang yang ia terima dari para pendukung lebih berharga daripada trofi. "Saya belum bisa membawa liga atau Liga Champions, tetapi kasih sayang ini lebih baik bagi saya. Saya akan membawanya sepanjang perjalanan."
Prospek ke Depan: Babak Baru di Orlando dan Warisan yang Ditinggalkan
Ke depan, Griezmann akan memulai babak baru di MLS bersama Orlando City—sebuah liga yang semakin menarik pemain bintang Eropa yang memasuki fase akhir karier. Namun, warisannya di Madrid tidak akan pernah terlupakan. Ia meninggalkan Atletico sebagai topskorer sepanjang masa, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kesetiaan dalam sepak bola modern sering kali diuji oleh uang, ambisi, dan ego. Bagi investor di industri sepak bola, kasus Griezmann menyoroti pentingnya manajemen hubungan pemain-klub—keputusan transfer yang tidak populer dapat merusak nilai merek pemain, tetapi juga dapat dipulihkan melalui kerja keras dan permintaan maaf yang tulus. Bagi penggemar Atletico, perpisahan Griezmann mungkin terasa pahit-manis: ada penyesalan atas apa yang seharusnya bisa dicapai jika ia tidak pernah pergi, tetapi juga rasa hormat untuk seorang pemain yang akhirnya memilih kembali ke "rumah" dan mengakhiri karier Eropanya dengan catatan emosional. Seperti yang ia katakan, "Para ayah, ibu, paman, bibi, terima kasih banyak telah membawa anak-anak ke sini, untuk mengajari mereka bahwa Atletico adalah yang terbaik di dunia."
"I know that many did and some still did not, but I ask your forgiveness again. I didn't realize the affection I had here. I was very young. It was a mistake (to go to Barcelona), I reconsidered and we did everything to come back and enjoy it again." — Antoine Griezmann, dalam pidato perpisahannya di Riyadh Air Metropolitano.



