TNI AL Tegaskan Kematian Ghofirul Kasyfi Akibat Bunuh Diri, Klaim Pemeriksaan Dihadiri Keluarga
Baca dalam 60 detik
- TNI AL menyatakan Kelasi Dua Ghofirul Kasyfi meninggal karena bunuh diri berdasarkan hasil visum RSPAL dr. Mintohardjo.
- Pihak Koarmada I membantah adanya tanda kekerasan atau pendarahan tidak wajar pada jenazah.
- Keluarga korban diklaim hadir saat visum dan secara resmi menolak proses otopsi lebih lanjut.

Komando Armada (Koarmada) I memberikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya prajurit TNI AL, Kelasi Dua Ghofirul Kasyfi (22). Berdasarkan hasil visum medis, pihak TNI AL membantah adanya unsur kekerasan dan menegaskan bahwa penyebab kematian adalah bunuh diri.
Hasil Visum et Repertum (RSPAL dr. Mintohardjo):
- Nihil Kekerasan: Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan benda tumpul pada tubuh korban.
- Klarifikasi Luka: Tidak ada pendarahan pada area selangkangan seperti kabar yang beredar.
- Pola Luka Leher: Ditemukan luka tekan melingkar yang identik dengan karakteristik kasus gantung diri.
- Lebam Mayat: Luka lebam yang terlihat sebelum pemakaman dinyatakan sebagai livor mortis (lebam mayat normal akibat berhentinya sirkulasi darah).
Transparansi dan Langkah Hukum
TNI AL mengklaim seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan melibatkan pihak keluarga korban.
| Aspek | Keterangan Resmi Koarmada I |
|---|---|
| Kehadiran Keluarga | Pihak keluarga almarhum turut hadir menyaksikan proses pemeriksaan visum. |
| Penolakan Otopsi | Pada 30 April 2026, ibu kandung almarhum secara resmi menyatakan menolak dilakukan otopsi. |
| Kunjungan ke Rumah | TNI AL mendatangi rumah orang tua korban karena almarhum beberapa kali mangkir saat pengecekan personel di kapal. |
"Pemeriksaan visum tersebut juga dihadiri oleh pihak keluarga almarhum. Tidak ditemukan pendarahan pada area selangkangan sebagaimana informasi yang beredar," tegas Kadispen Koarmada I, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa.
Jenazah Ghofirul Kasyfi telah dimakamkan secara militer pada 27 April 2026 di TPU Kemayoran, Bangkalan, Jawa Timur. TNI AL mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan merujuk pada keterangan resmi demi menjaga perasaan keluarga dan nama baik institusi.



