Majikan Diperiksa Polisi Buntut Kasus 2 PRT Loncat dari Lantai 4 di Benhil
Baca dalam 60 detik
- Dua PRT berinisial D (18) dan R (30) melompat dari lantai 4 rumah kos di Benhil pada 22 April 2026; korban D tewas sementara R mengalami patah tulang.
- Polisi sedang memeriksa majikan kedua PRT tersebut menyusul adanya laporan bahwa korban mencoba kabur karena tidak tahan dengan perlakuan majikan yang dianggap galak.
- Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan apakah ada unsur penyekapan atau kekerasan fisik di balik tindakan nekat para pekerja tersebut.

Pihak kepolisian terus mendalami kasus tragis dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang nekat melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Fokus utama penyelidikan saat ini tertuju pada dugaan perlakuan buruk dari pihak majikan.
Fakta Kunci Insiden PRT di Benhil:
- Waktu & Lokasi: Rabu malam, 22 April 2026, sekitar pukul 23.00 WIB di Jl. Bendungan Walahar Buntu No. 32.
- Dugaan Motif: Kedua korban diduga melompat karena berupaya kabur dari tempat kerja akibat tidak betah dengan sikap majikan yang dianggap "galak".
- Status Majikan: Saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat.
Hingga kini, polisi belum dapat menyimpulkan apakah terdapat unsur penyekapan atau kekerasan fisik yang dialami oleh kedua PRT tersebut. Meski demikian, keterangan awal dari saksi sesama pekerja menyebutkan bahwa suasana kerja di tempat tersebut sangat tidak nyaman karena perilaku pemberi kerja.
Kondisi Korban
| Inisial Korban | Usia | Kondisi Terkini |
|---|---|---|
| D | 18 Tahun | Dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP). |
| R | 30 Tahun | Selamat, namun mengalami patah tangan dan sedang dirawat di RS Mintohardjo. |
βBelum tahu disekap atau enggak. Saya belum bisa ngomong lebih dalam ya. Masih diperiksa,β ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, saat memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan majikan.
Kepolisian menegaskan bahwa keterangan dari korban R yang selamat sangat krusial untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah kos tersebut sebelum mereka memutuskan untuk melompat. Polisi juga tengah memverifikasi apakah "sikap galak" yang dituduhkan saksi merujuk pada kekerasan verbal maupun tindakan fisik.



