CEO Asha Sharma Rilis Memo 'We Are Xbox': Perubahan Nama Divisi dan Penyesuaian Strategi Besar-besaran
Baca dalam 60 detik
- CEO Xbox Asha Sharma dan EVP Matt Booty mengedarkan memo internal yang mengumumkan perubahan nama divisi dari Microsoft Gaming kembali menjadi Xbox.
- Memo tersebut mengakui adanya rasa frustrasi dari para pemain mengenai lambatnya pembaruan konsol, kehadiran ekosistem PC yang masih lemah, serta harga yang semakin membebani.
- Ke depannya, Xbox akan menjadikan jumlah Pemain Aktif Harian (Daily Active Players) sebagai fokus metrik utama melalui empat pilar strategi: Perangkat Keras (termasuk rilis Project Helix), Konten, Pengalaman Pengguna, dan Layanan.

CEO Xbox Asha Sharma dan Wakil Presiden Eksekutif Matt Booty baru saja merilis sebuah memo internal bertajuk 'We Are Xbox' kepada seluruh staf. Memo tersebut secara resmi mengumumkan perubahan nama divisi dari "Microsoft Gaming" kembali menjadi "Xbox", serta menjabarkan visi dan strategi masa depan merek tersebut dalam menghadapi perubahan industri.
Fakta Kunci Memo 'We Are Xbox':
- Perubahan Nama: Meninggalkan nomenklatur "Microsoft Gaming" demi menggunakan "Xbox", nama yang dinilai lebih mencerminkan ambisi dan akar perusahaan.
- Pengakuan Masalah: Manajemen secara terbuka mengakui rasa frustrasi pemain terkait lambatnya perilisan fitur baru di konsol, eksistensi yang lemah di PC, masalah harga, serta ekosistem yang terfragmentasi.
- Target Utama (North Star): Fokus sasaran Xbox ke depannya tidak lagi sekadar penjualan konsol, melainkan metrik Pemain Aktif Harian (Daily Active Players) secara global.
Dalam memo tersebut, Sharma dan Booty dengan jujur mengakui bahwa Xbox saat ini berposisi sebagai "penantang" dan membutuhkan tingkat kritik diri yang tinggi. Mereka menyoroti pergeseran tren industri di mana audiens PC (Windows) kini terus berkembang, sementara kompetisi global dan platform kreator seperti Roblox semakin mendisrupsi model rilis waralaba raksasa tradisional.
Empat Pilar Prioritas Xbox Masa Depan
Untuk mencapai visi menjadi platform global yang menghubungkan pemain dan kreator di mana saja, Xbox akan berfokus pada empat pilar prioritas berikut:
| Pilar Prioritas | Fokus Strategi Utama |
|---|---|
| Perangkat Keras (Hardware) | Menstabilkan basis konsol Generasi ke-9 (Gen9), menghadirkan Project Helix untuk memimpin performa (mampu memainkan game konsol dan PC), serta memperkuat ekosistem aksesori pilihan. |
| Konten (Content) | Memperluas kemitraan pihak ketiga, berekspansi ke Cina dan audiens berbasis perangkat seluler (mobile-first), serta mengangkat platform yang berpusat pada kreator seperti Minecraft, The Elder Scrolls, dan Sea of Thieves. |
| Pengalaman (Experience) | Memperbaiki masalah fundamental antarmuka, serta merombak sistem penemuan (discovery), kustomisasi, dan aspek sosial agar komunitas lebih terhubung. |
| Layanan (Services) | Membentengi Game Pass, mengembalikan pertumbuhan yang tahan lama dengan disiplin biaya, memastikan permainan Cloud terasa cepat dan mulus di TV maupun perangkat murah, serta mengevaluasi ulang kebijakan eksklusivitas game dan penerapan AI. |
"Karya terbaik kita terjadi ketika seluruh tumpukan (stack) bergerak bersama. 'Microsoft Gaming' mendeskripsikan struktur kita, tetapi itu tidak mendeskripsikan ambisi kita. Jadi, kita kembali ke tempat kita memulai dan mengubah nama tim kita. Kita adalah Xbox," tegas Sharma dan Booty dalam penutup memonya.



