Trevoh Chalobah Bersikeras Skuad Chelsea "Lari Habis-habisan" Saat Dibantai Brighton Meski Statistik Berkata Lain
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dihancurkan Brighton 3-0, membuat mereka disalip ke posisi keenam sekaligus memperpanjang rekor memalukan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol sejak tahun 1912.
- Meskipun statistik menunjukkan Chelsea adalah tim dengan rata-rata daya jelajah lari terendah di Liga Premier (dan selalu kalah lari dari lawan dalam 34 laga terakhir), Trevoh Chalobah bersikeras bahwa rekan-rekannya sudah "berlari habis-habisan".
- Manajer Liam Rosenior memberikan respons yang sangat kontras dengan Chalobah; ia secara terbuka mengecam para pemainnya, menyebut performa mereka tidak bisa dibela, tidak profesional, dan merupakan yang terburuk dalam masa jabatannya.

Bek Chelsea, Trevoh Chalobah, dengan tegas membela rekan setimnya menyusul kekalahan memalukan 3-0 dari Brighton di Amex Stadium. Ia bersikeras bahwa skuad The Blues telah mengerahkan seluruh tenaga dan "berlari habis-habisan", meskipun statistik resmi liga justru menunjukkan fakta yang sangat memberatkan.
Fakta Kunci Kekalahan Chelsea:
- Anjlok di Klasemen: Gol dari Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan Danny Welbeck membuat Brighton sukses menyalip Chelsea ke posisi keenam, sekaligus mengancam harapan Chelsea untuk lolos ke Liga Champions.
- Statistik Lari Terburuk: Dalam 34 pertandingan liga musim ini, Chelsea selalu kalah jarak tempuh lari dari lawannya. Rata-rata jarak lari mereka hanya 106,1 km per laga, berada di dasar klasemen liga dan terpaut 2 km lebih rendah dari Nottingham Forest di urutan ke-19.
- Rekor Memalukan: Chelsea kini menelan lima kekalahan liga berturut-turut tanpa mencetak satu gol pun—sebuah rekor suram yang belum pernah terjadi lagi sejak November 1912.
Meskipun data secara jelas menunjukkan anomali pergerakan tim di atas lapangan, Chalobah menepis bahwa kurangnya daya juang menjadi akar masalah. Menurutnya, rasa lelah para pemain di ruang ganti adalah bukti nyata bahwa mereka tidak bermain setengah hati.
"Saya pikir anak-anak sudah berlari habis-habisan. Jika Anda melihat ke ruang ganti, semua orang kelelahan. Ini tidak ada hubungannya dengan (kurangnya) usaha. Kami memberikan segalanya... Kami berlari hari ini. Statistik tetaplah statistik," tegas Chalobah mengesampingkan angka-angka tersebut.
Kontras Tajam: Perspektif Pemain vs Sang Manajer
Pembelaan Chalobah ini berbanding terbalik dengan pandangan sang manajer, Liam Rosenior. Terkena imbas nyanyian makian dari suporter tandang, Rosenior untuk pertama kalinya secara terbuka mengecam para pemainnya sendiri dan menyebut penampilan mereka "tidak bisa dibela".
| Subjek | Sikap dan Penilaian Pascakaga |
|---|---|
| Trevoh Chalobah (Pemain) | Mengklaim tim telah mengikuti rencana permainan dengan maksimal sepanjang minggu. Ia merasa tim telah mengerahkan segalanya, namun dikalahkan oleh tim yang tampil lebih baik hari itu. |
| Liam Rosenior (Manajer) | Menyebut laga ini sebagai malam tersulit dalam kariernya. Ia mengkritik keras sikap, kurangnya profesionalisme, kekalahan dalam duel fisik, dan minimnya intensitas para pemain. "Sesuatu harus berubah secara drastis saat ini juga," kecamnya. |
Dengan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) di babak kedua yang ompong, Chelsea kini harus segera mencari solusi instan agar keterpurukan di era Rosenior ini tidak semakin merusak sisa musim mereka.



