Jika Arsenal dan City Finis dengan Poin Sama: Ini Dia Skenario Penentuan Juara Premier League
Baca dalam 60 detik
- Selisih Gol Jadi Penentu Pertama: Jika poin kedua tim imbang setelah 38 pertandingan, maka selisih gol (jumlah gol dimasukkan dikurangi gol kemasukan) menjadi faktor utama yang akan digunakan.
- City Unggul Jelas di Head-to-Head: Manchester City telah mengantongi empat poin dari dua laga melawan Arsenal musim ini (imbang 1-1 dan menang 2-1), sehingga jika selisih gol dan jumlah gol sama, City akan keluar sebagai juara.
- Play-off di Tempat Netral Hanya Mitos: Skenario pertandingan play-off satu leg untuk menentukan juara belum pernah terjadi dalam sejarah Premier Leagueādan dipastikan tidak akan terjadi musim ini karena City sudah unggul head-to-head.

Dengan persaingan ketat antara Arsenal dan Manchester City di puncak klasemen Premier League menjelang akhir musim, muncul pertanyaan: apa yang akan terjadi jika kedua tim finis dengan jumlah poin yang sama? Dalam sejarah kompetisi, aturan peringkat pertama yang digunakan adalah selisih gol (goal difference)āyakni total gol yang dicetak dikurangi total gol yang kemasukan sepanjang 38 pertandingan. Arsenal dan City saat ini berada dalam jarak yang sangat tipis dalam metrik ini, sehingga selisih gol hampir dipastikan akan menjadi faktor penentu di akhir musim.
Jika selisih gol ternyata juga sama, maka aturan beralih ke jumlah gol yang dicetak (goals scored). Tim dengan produktivitas gol lebih tinggi akan menduduki peringkat di atas lawannya. Skenario ini pernah terjadi secara legendaris pada 1989, ketika Arsenal merebut gelar dari Liverpool berkat jumlah gol yang lebih banyak. Jika kedua metrik berbasis gol ini masih tidak mampu memisahkan kedua tim, maka rekor pertemuan langsung (head-to-head) sepanjang musim akan dianalisis. Dalam kasus ini, Manchester City memegang keunggulan signifikan: hasil imbang 1-1 di September dan kemenangan 2-1 pada 19 April membuat City mengoleksi empat poin dari dua laga melawan Arsenal.
Dari perspektif regulasi kompetisi dan drama olahraga, musim ini menyuguhkan skenario yang jarang terjadi: dua tim teratas bersaing ketat hingga pekan terakhir dengan selisih poin yang sangat tipis. Yang menarik, jika keadaannya benar-benar imbang sempurnaāpoin sama, selisih gol sama, jumlah gol samaāmaka aturan akan beralih ke rekor pertandingan tandang dalam laga head-to-head. Namun karena City telah memenangkan pertandingan di Etihad, metrik ini otomatis jatuh ke tangan mereka. Skenario paling dramatisāplay-off satu leg di tempat netralāhanya akan terjadi jika semua metrik di atas masih menghasilkan kebuntuan. Namun, aturan ini belum pernah digunakan sepanjang sejarah Premier League, dan musim ini dipastikan tidak akan terjadi karena City sudah unggul di level head-to-head.
"Jika semua metrik di atas masih imbang dan harus turun ke head-to-head, maka City akan dinyatakan sebagai juara." ā Analisis Regulasi Premier League
Ke depan, kedua tim masih memiliki laga pamungkas yang tidak mudah. Manchester City akan menjamu Aston Villa di kandang, sementara Arsenal harus bertandang ke markas Crystal Palace. Bagi penggemar sepak bola dan analis kompetisi, skenario ini mengingatkan bahwa Premier League tidak pernah kehilangan dramanya hingga peluit akhir dibunyikan. Meskipun aturan telah ditetapkan secara hierarkis, tekanan psikologis di pekan terakhirāterutama bagi Arsenal yang harus mengejar ketertinggalan head-to-headābisa menjadi faktor x yang tidak tercantum dalam buku peraturan. Satu hal yang pasti: jika kedua tim benar-benar finis dengan poin sama, publik akan disuguhi perdebatan sengit tentang apakah sistem selisih gol benar-benar adilāatau apakah Premier League perlu mulai mempertimbangkan ulang format penentuan juara di era persaingan yang semakin ketat.



