Lamine Yamal Cedera Usai Cetak Gol Penalti Kemenangan Barcelona atas Celta Vigo: Ancaman Patah bagi La Liga
Baca dalam 60 detik
- Gol Berbuah Cedera: Bintang remaja Spanyol itu mencetak penalti penentu kemenangan 1-0 Barcelona atas Celta Vigo, namun langsung merasakan cedera hamstring saat mengeksekusi tendangan dan harus ditarik keluar sebelum babak pertama usai.
- Barcelona Kian Kokoh di Puncak: Kemenangan ini membawa Blaugrana unggul sembilan poin atas Real Madrid dengan enam laga tersisa, termasuk satu El Clasico pada 10 Mei mendatang.
- Atletico Madrid Terus Terpuruk: Kekalahan ketujuh dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi membuat Atletico jatuh 2-3 dari Elche yang berada di zona degradasi, meski tampil dengan 10 pemain selama satu jam.

Barcelona selangkah lebih dekat menuju gelar La Liga setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Celta Vigo pada Rabu (22/4/2026), namun harus kehilangan pencetak gol tunggal mereka, Lamine Yamal, karena cedera hamstring yang dikhawatirkan cukup serius. Pemain remaja asal Spanyol itu berhasil mengeksekusi penalti yang ia dapatkan sendiri untuk membawa timnya unggul, tetapi langsung merasakan sakit saat melepaskan tendangan. Ia mendapatkan perawatan di lapangan dan digantikan sebelum babak pertama usai. Joao Cancelo juga ikut cedera dalam laga yang digelar di Camp Nou tersebut.
Kemenangan ini membawa Barcelona unggul sembilan poin dari Real Madrid di puncak klasemen dengan enam pertandingan tersisa, termasuk El Clasico pada 10 Mei mendatang. Pelatih Hansi Flick menurunkan tim yang tampil tanpa percikan api ofensif biasanya—kekalahan dari Atletico Madrid di perempat final Liga Champions pekan lalu tampaknya masih membekas. Kiper Barcelona, Joan Garcia, tampil solid dengan menggagalkan peluang Pablo Duran dan Ferran Jutgla di awal pertandingan. Saat pertandingan berlangsung ketat, Yamal menjadi pembeda: ia menusuk ke kotak penalti, bertukar umpan dengan Dani Olmo, lalu dijatuhkan Yoel Lago. Meskipun kiper Celta, Ionut Radu, menerka arah dengan benar, penalti rendah Yamal tetap bersarang di gawang.
Dari perspektif medis dan manajemen skuad, cedera Yamal menjadi pukulan telak bagi Barcelona di momen krusial. Pedri, rekan setimnya, berharap cedera tersebut tidak berlangsung lama: "Dia masih muda dan pasti akan pulih dengan baik." Namun, cedera hamstring pada pemain berusia 18 tahun dengan kecepatan eksplosif seperti Yamal selalu memerlukan kehati-hatian ekstra. Sementara itu, Barcelona harus bertahan di babak kedua tanpa banyak menciptakan peluang—satu-satunya gol Ferran Torres dianulir karena offside tipis. Mantan bek Barca, Marcos Alonso, menghantamkan tendangan bebas ke tembok, dan tuan rumah berhasil mengamankan tiga poin yang sangat vital. Di sisi lain, kekalahan ini membuat Celta tertahan di posisi ketujuh dan masih berharap lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
"Saya berharap (cedera Yamal) hanya berlangsung beberapa minggu. Besok dia akan menjalani tes dan kita lihat hasilnya. Dia masih muda dan pasti akan pulih dengan baik." — Pedri, gelandang Barcelona
Ke depan, perhatian utama tertuju pada hasil tes medis Yamal pada Kamis (23/4). Jika cedera hamstring terbukti serius, Barcelona bisa kehilangan salah satu pemain paling kreatif di lima laga tersisa termasuk El Clasico. Sementara itu, Atletico Madrid yang juga tampil di laga terpisah justru menunjukkan tren kebalikan: kekalahan 2-3 dari Elche yang berada di zona degradasi merupakan kekalahan ketujuh mereka dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi. Pelatih Diego Simeone yang memainkan mayoritas pemain cadangan untuk mengistirahatkan bintang-bintangnya setelah final Copa del Rey yang melelahkan akhir pekan lalu, mengambil tanggung jawab penuh: "Semua tanggung jawab (atas kekalahan) ada pada saya sebagai pelatih." Bagi Barca, targetnya jelas: menutup La Liga secepat mungkin—dengan atau tanpa Yamal.



