Liam Rosenior Akui Hanya Tiga Pemain Chelsea yang 'Memberikan Segalanya' Saat Kalah dari Brighton
Baca dalam 60 detik
- Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengkritik keras timnya yang kalah 3-0 dari Brighton, menyebut performa tersebut "tidak dapat diterima" dan hanya 3-4 pemain yang bermain sungguh-sungguh.
- Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Chelsea yang menelan lima kekalahan liga tanpa mencetak satu gol pun, sebuah catatan kelam yang pertama kalinya terulang sejak 1912.
- Menanggapi seruan pemecatan dari para suporter, Rosenior meminta maaf dan berjanji akan mengevaluasi mentalitas serta personel pemain yang bisa ia andalkan ke depannya.

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, secara terbuka menyebut penampilan timnya saat takluk 3-0 dari Brighton sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima". Ia bahkan mengakui secara blak-blakan bahwa hanya ada tiga atau empat pemainnya yang 'memberikan segalanya' di atas lapangan dalam laga tersebut.
Fakta Kekalahan Telak Chelsea dari Brighton:
- Rekor Buruk: Chelsea kini telah menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun, pertama kalinya terjadi sejak tahun 1912.
- Pencetak Gol Brighton: Kemenangan Brighton di Stadion Amex dipastikan melalui gol-gol dari Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan Danny Welbeck.
- Statistik Miris: Sepanjang pertandingan, para pemain Chelsea gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target).
- Dampak Klasemen: Kemenangan ini membuat Brighton melompati Chelsea untuk menduduki posisi keenam di klasemen Liga Premier.
Di tengah rentetan hasil buruk ini, ketidakpuasan para penggemar semakin memuncak. Suporter Chelsea yang hadir di kandang lawan bahkan mulai menyerukan pemecatan Rosenior pada babak kedua. Menanggapi hal tersebut, sang manajer tidak berusaha mengelak dan justru meminta maaf secara langsung.
"Untuk para penggemar, sejujurnya, saya meminta maaf, itu tidak dapat diterima... Saya akan membela para pemain saat mereka pantas dibela. Tiga atau empat dari mereka memberikan segalanya, saya tidak akan menyebut nama tetapi tiga atau empat tidaklah cukup baik," tegas Rosenior kepada Chelsea TV.
Menghadapi Tekanan dan Evaluasi Skuad
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Rosenior kembali menekankan pentingnya mentalitas bermain untuk klub sebesar Chelsea. Berikut adalah poin-poin utama dari tanggapannya terkait krisis klub saat ini:
| Poin Tanggapan | Keterangan Singkat |
|---|---|
| Tuntutan Pemecatan | Rosenior memaklumi rasa frustrasi penggemar dan menegaskan bahwa dirinya berkulit tebal. Sebagai pelatih kepala, ia siap memikul tanggung jawab penuh atas hasil ini. |
| Evaluasi Kepercayaan Pemain | Ia berencana mengevaluasi personel tim untuk melihat siapa yang benar-benar bisa ia percayai dan andalkan di momen-momen sulit seperti saat ini, karena banyak yang dinilai gagal membuktikan diri. |
| Tuntutan Mentalitas | Menegaskan bahwa kritik dan tekanan adalah bagian dari Chelsea. "Jika Anda tidak bisa menangani itu, maka Anda seharusnya tidak berada di sini. Sesederhana itu," ucapnya. |
Di akhir laga yang mengecewakan tersebut, momen canggung juga tertangkap kamera saat Enzo Fernandez terlihat hanya mengangkat bahu ke arah penggemar Chelsea setelah peluit panjang dibunyikan, semakin memperlihatkan keretakan dan ketegangan antara skuad dengan para pendukung setianya.



