Laporan Focus Taiwan mengenai pertemuan Xi-Cheng menyoroti sisi lain dari diplomasi Selat Taiwan. Di tahun 2026, ketika retorika Beijing semakin mengeras, faksi-faksi di Taiwan mencoba mencari "jalan tengah" melalui jalur partai oposisi untuk memastikan bahwa saluran komunikasi tetap terbuka guna mencegah miskalkulasi militer yang fatal.
Namun, tantangan besar bagi Taiwan adalah menjaga integritas identitas mereka. Pertemuan ini memperlihatkan bagaimana Beijing secara konsisten menggunakan "Konsensus 1992" sebagai prasyarat dialog—sebuah formula yang bagi sebagian besar warga Taiwan dianggap sudah usang. Taipei saat ini berada dalam posisi sulit: harus merespons keinginan rakyat untuk damai tanpa mengorbankan status quo demokrasi yang menjadi harga mati.
• Fokus Pertukaran: Menonjolkan interaksi generasi muda sebagai "jembatan" masa depan.
• Strategi KMT: Memposisikan diri sebagai satu-satunya pihak yang mampu bernegosiasi dengan Beijing.
• Tekanan Identitas: Pertarungan narasi antara "Keluarga Besar China" vs "Kedaulatan Taiwan".
• Pesan Utama: "Dialog adalah keharusan, namun perdamaian tanpa kesetaraan adalah ilusi."




