Tragis! Vlogger Asal Demak Tewas Tenggelam di Sungai Tuntang Saat Bikin Konten
Baca dalam 60 detik
- Seorang vlogger berinisial NH (33) tewas tenggelam di Sungai Tuntang, Demak, yang diduga terpeleset saat membuat konten video tentang tingginya debit air sungai.
- Keberadaan korban pertama kali dicurigai dari temuan sepeda motor tak bertuan dan sepasang sandal jepit oleh warga sekitar pada Jumat sore (3/4/2026).
- Jenazah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan pada Sabtu pagi; kepolisian memastikan insiden ini murni kecelakaan air dan tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban.

Nahas, seorang pembuat konten atau vlogger berinisial NH (33) asal Desa Gebangarum ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Tuntang, Kabupaten Demak. Korban diduga terpeleset saat asyik membuat konten video di tengah kondisi arus yang sedang deras.
Detail Kejadian:
- Identitas Korban: NH (33 tahun), dikenal sebagai pembuat konten lokal (vlogger) dari Desa Gebangarum.
- Lokasi Penemuan: Kawasan Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang pada Sabtu (4/4/2026) pagi.
- Kondisi Sungai: Volume air Sungai Tuntang sedang sangat tinggi, bahkan sebelumnya sempat menyebabkan tanggul jebol di beberapa titik di Kecamatan Guntur.
Kasus ini pertama kali terungkap ketika warga sekitar merasa curiga melihat sebuah sepeda motor tak bertuan beserta sepasang sandal jepit tertinggal di area tanggul pada Jumat (3/4/2026) sore hingga malam hari. Penyelidikan dari dokumen fotokopi Kartu Keluarga (KK) yang tersimpan di dalam bagasi motor akhirnya mengarahkan petugas kepada identitas korban.
"Jumat 3 April, sekitar pukul 16.00 WIB, korban yang seorang konten kreator diduga membuat konten di tanggul Sungai Tuntang yang mengalami peningkatan debit air... Intinya dia tenggelam, paru-parunya kena air, tidak ada tanda kekerasan," jelas pihak BPBD dan Kepolisian setempat.
Kronologi Singkat Insiden Sungai Tuntang
| Waktu Kejadian | Keterangan / Aktivitas |
|---|---|
| Jumat, 3 April 2026 (16.00 WIB) | Korban diduga sedang vlogging merekam arus deras di dekat tanggul; motor dan sandalnya ditemukan tertinggal oleh warga. |
| Jumat, 3 April 2026 (Malam) | Warga melapor ke perangkat desa dan Polsek setempat setelah kendaraan korban tak kunjung diambil. |
| Sabtu, 4 April 2026 (Pagi) | Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban yang tak bernyawa di aliran sungai Dukuh Pidodo. |
Setelah melakukan pemeriksaan medis, pihak kepolisian memastikan kematian korban murni akibat kecelakaan air tanpa adanya unsur kekerasan. Masyarakat juga kembali diimbau untuk tidak mendekati area bantaran sungai saat cuaca ekstrem demi mencegah kecelakaan serupa.



