Hilang Saat Sadap Karet, Pria di Kaltim Ditemukan Meninggal, Diduga Diterkam Buaya
Baca dalam 60 detik
- Jikram (65), seorang penyadap karet di Sepaku, Kaltim, ditemukan tewas setelah dilaporkan hilang sejak Sabtu pagi.
- Jenazah ditemukan mengapung di sungai dengan luka di leher dan tangan, diduga kuat akibat diterkam buaya saat korban sedang mengambil air.
- Tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian, sementara warga setempat diimbau untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.

Operasi pencarian terhadap Jikram (65), seorang petani karet asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, resmi berakhir duka. Korban yang dilaporkan hilang sejak Sabtu lalu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tanda-tanda serangan binatang buas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, mengonfirmasi bahwa jenazah korban ditemukan mengapung di sungai oleh warga setempat pada Minggu (5/4/2026) pagi, sekitar pukul 08.45 Wita. Titik penemuan tersebut berjarak kurang lebih 150 meter dari lokasi awal hilangnya korban di area perkebunan karet RT 01 Kelurahan Sepaku.
Fakta Penemuan Jenazah:
- Identitas Korban: Jikram (65), warga RT 03 Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku.
- Kondisi Ditemukan: Meninggal dunia, terapung di sungai dengan luka robek pada bagian leher dan pergelangan tangan kanan.
- Dugaan Penyebab: Diterkam buaya saat sedang mengambil air di pinggir sungai dekat kebunnya.
Kejadian bermula ketika korban berangkat menyadap karet pada Sabtu pagi. Namun, hingga menjelang siang korban tak kunjung pulang. Upaya pencarian awal hanya menemukan barang-barang pribadi korban yang tertinggal di pondok peristirahatan, sehingga memicu operasi pencarian gabungan skala besar.
"Secara visual, kondisi jenazah menunjukkan adanya luka pada bagian leher serta pergelangan tangan kanan. Diduga kuat merupakan bekas terkaman buaya saat korban sedang mengambil air di pinggir sungai dekat kebunnya." - Nurlaila, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU.
Kronologi Singkat Kejadian
| Waktu Kejadian | Peristiwa |
|---|---|
| Sabtu (4 April 2026), 05.30 Wita | Korban berangkat dari rumah menuju kebun untuk menyadap karet. |
| Sabtu (4 April 2026), 10.00 Wita | Keluarga mulai khawatir karena korban belum kembali. Warga hanya menemukan ponsel, rokok, dan topi milik korban di pondok. |
| Minggu (5 April 2026), 08.45 Wita | Jenazah korban berhasil ditemukan di sungai, sekitar 150 meter dari kebun karetnya. |
Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Dengan penemuan ini, operasi tim SAR gabungan resmi ditutup. BPBD setempat mengimbau masyarakat agar ekstra waspada saat beraktivitas di pinggiran sungai kawasan Sepaku mengingat tingginya potensi ancaman serangan buaya liar.



