Dari Tokyo, Presiden Prabowo Canangkan Lompatan Besar: Fokus Energi Hijau, Hilirisasi, dan Diplomasi Ekonomi
Baca dalam 60 detik
- Visi Masa Depan: Dari Tokyo, Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru ekonomi Indonesia yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan modernisasi industri.
- Tiga Pilar Utama: Strategi pemerintah bertumpu pada transisi menuju energi hijau, perluasan program hilirisasi sumber daya alam, dan penguatan diplomasi ekonomi global.
- Undangan Investasi: Presiden secara langsung mengajak investor dan pemimpin bisnis Jepang untuk berkolaborasi, menjanjikan kepastian hukum serta peluang besar di sektor pengolahan dan energi terbarukan.

Dalam lawatan kenegaraannya ke Tokyo, Jepang, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mencanangkan visi strategis jangka panjang bagi perekonomian nasional. Di hadapan para pemimpin bisnis dan pejabat tinggi Negeri Sakura, Presiden menguraikan "Lompatan Besar" Indonesia yang bertumpu pada tiga pilar utama: transisi energi hijau, percepatan hilirisasi industri, dan penguatan diplomasi ekonomi.
Melansir siaran pers resmi dari Sekretariat Presiden, langkah ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak lagi sekadar menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan bertransformasi menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global bernilai tambah tinggi. Jepang, sebagai salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia, diundang secara khusus untuk mengambil peran sentral dalam babak baru pembangunan ekonomi yang berkelanjutan ini.
- Transisi Energi Hijau: Percepatan investasi dan alih teknologi di sektor energi terbarukan (seperti panas bumi, surya, dan hidrogen) untuk mewujudkan komitmen Net Zero Emission sekaligus memenuhi kebutuhan energi industri masa depan.
- Hilirisasi Berkelanjutan: Memperluas kebijakan larangan ekspor bahan mentah ke sektor di luar nikel, seperti tembaga, bauksit, hingga komoditas agrikultur dan maritim, untuk menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah di dalam negeri.
- Diplomasi Ekonomi Taktis: Mempererat kemitraan bilateral dan multilateral yang saling menguntungkan, dengan fokus pada transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta pembukaan akses pasar internasional yang lebih luas bagi produk buatan Indonesia.
Presiden Prabowo menekankan bahwa stabilitas politik dan kepastian hukum di Indonesia saat ini merupakan jaminan utama bagi para investor asing. Kolaborasi dengan Jepang dinilai sangat strategis, mengingat keunggulan teknologi mutakhir yang dimiliki negara tersebut dapat disinergikan dengan kekayaan sumber daya alam dan bonus demografi yang dimiliki Indonesia.
| Fokus Agenda Kenegaraan | Keterangan / Target Utama |
|---|---|
| Lokasi Deklarasi | Tokyo, Jepang |
| Sektor Prioritas | Energi Terbarukan & Manufaktur Bernilai Tambah |
| Tujuan Diplomasi | Menarik investasi asing langsung (FDI) dan transfer teknologi |



