Tuai Kontroversi, Palantir Dapatkan Akses ke Data Sensitif Otoritas Jasa Keuangan Inggris (FCA)
Baca dalam 60 detik
- Perusahaan analisis data Amerika Serikat Palantir mendapatkan kontrak uji coba tiga bulan senilai puluhan ribu poundsterling per minggu dari Financial Conduct Authority (FCA) Inggris.
- Palantir diberi akses untuk mengolah data internal sensitif FCA seperti laporan penipuan pencucian uang hingga data komunikasi email dan catatan telepon untuk mendeteksi pola kejahatan keuangan.
- Keputusan ini memicu kritik keras karena rekam jejak Palantir yang lekat dengan isu pengawasan serta semakin meningkatnya ketergantungan pemerintah Inggris pada vendor teknologi asing di sektor publik.

Perusahaan analisis data asal Amerika Serikat, Palantir, secara diam-diam telah menembus sistem otoritas pengawas keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA). Langkah ini memicu kekhawatiran baru terkait ketergantungan pemerintah pada segelintir raksasa teknologi asing serta potensi risiko privasi data.
Melansir laporan The Register pada Senin (23/3/2026), FCA telah memberikan kontrak uji coba selama tiga bulan bernilai lebih dari £30.000 per minggu kepada Palantir. Kontrak ini bertujuan untuk menganalisis "danau data" internal FCA, sebuah repositori intelijen besar yang mencakup informasi tentang penipuan, pencucian uang, perdagangan orang dalam, hingga keluhan konsumen. Palantir akan mendapatkan akses ke dokumen kasus, laporan dari bank dan perusahaan kripto, serta data komunikasi seperti email, catatan telepon, dan materi media sosial yang terkait dengan penyelidikan.
Strategi Palantir ini mendapat sorotan tajam. Para kritikus menyebutnya sebagai taktik "mendarat dan memperluas" (land and expand), di mana perusahaan memulai dengan proyek skala kecil untuk membuktikan nilainya, lalu menjadi sangat sulit untuk disingkirkan dari sistem infrastruktur negara. Sebelumnya, Palantir telah memenangkan berbagai kontrak bernilai ratusan juta poundsterling di sektor publik Inggris, termasuk layanan kesehatan NHS, kepolisian, dan pertahanan.
- Nilai Kontrak: Uji coba 3 bulan dengan biaya lebih dari £30.000 (sekitar Rp600 juta) per minggu.
- Cakupan Akses: Mengolah data intelijen FCA terkait penipuan, pencucian uang, dan komunikasi dari lebih dari 42.000 bisnis.
- Jaminan FCA: Palantir hanya bertindak sebagai pemroses data, data tetap berada di Inggris, dan tidak boleh digunakan untuk melatih model AI Palantir sendiri.
Meskipun FCA menekankan bahwa Palantir terikat oleh kendali kontrak dan teknis yang ketat, rekam jejak Palantir yang erat dengan pertahanan, intelijen, dan penegakan imigrasi AS tetap memicu kekhawatiran terkait pengawasan sipil. Berikut adalah perbandingan keuntungan dan risiko dari kesepakatan ini:
| Faktor Evaluasi | Keterangan |
|---|---|
| Keuntungan Teknis | Mampu mendeteksi pola kejahatan keuangan dengan jauh lebih cepat dan akurat dibandingkan analis manusia. |
| Risiko Kedaulatan | Meningkatkan ketergantungan pemerintah Inggris pada vendor teknologi raksasa dari Amerika Serikat. |
| Risiko Keamanan | Akses pihak ketiga terhadap data komunikasi pribadi dan intelijen pasar yang sangat sensitif. |



