Kalah 0-2, Manajer Sheffield Wednesday Malah Niat Belajar 'Factory Reset' Klub ke Ipswich Town
Baca dalam 60 detik
- Manajer Sheffield Wednesday, Henrik Pedersen, memuji daya juang para pemainnya yang tampil solid meski akhirnya harus menyerah 0-2 dari Ipswich Town.
- Pedersen menaruh rasa hormat yang sangat tinggi terhadap kesuksesan proses "rebuild" yang dilakukan Ipswich sejak tahun 2021 hingga menjadi tim papan atas di Championship.
- Menerima kenyataan degradasi ke League One, Pedersen secara terbuka berencana menemui Kieran McKenna di jeda internasional untuk berdiskusi dan belajar cara membangun ulang klubnya.

Halo agan-agan penikmat sepak bola dan analis taktik lapangan hijau! Kalah itu emang pahit, apalagi kalau tim kesayangan udah dipastikan degradasi. Tapi, respons dari manajer Sheffield Wednesday, Henrik Pedersen, sehabis timnya ditekuk 0-2 oleh Ipswich Town ini bener-bener layak diacungi jempol. Alih-alih ngomel soal kekalahan, doi malah respect parah sama lawannya.
Dalam laga yang digelar pada pertengahan Maret 2026 ini, Sheffield Wednesday yang udah pasti turun kasta ke League One berhasil menahan gempuran Ipswich sampai menit ke-78. Ipswich baru bisa mecah kebuntuan lewat gol Ivan Azon, disusul eksekusi penalti Jack Clarke di menit ke-83 yang sukses mengamankan posisi mereka untuk kembali ke peringkat tiga klasemen Championship.
Pedersen sadar betul kalau timnya butuh perombakan total. Berikut beberapa insight menarik dari komentarnya pasca-laga:
- Bangga dengan Daya Juang: Meski sadar beda kelas, Pedersen bangga anak asuhnya bisa ngasih perlawanan sengit dan bertahan solid secara defensif hampir sepanjang pertandingan melawan salah satu tim paling superior di liga.
- Rencana Knowledge Transfer: Bukannya gengsi, Pedersen malah berencana ketemu langsung dengan manajer Ipswich, Kieran McKenna, di jeda internasional nanti. Tujuannya cuma satu: belajar cara rebuild alias membangun ulang klub dari League One sampai bisa bangkit dan jago lagi kayak Ipswich.
- Catatan Penalti Kontroversial: Meski memuji lawan, Pedersen tetep ngasih catatan tipis soal penalti Jack Clarke. Pas di lapangan, dia merasa itu bukan pelanggaran, tapi doi bersikap fair dan mengaku belum melihat tayangan ulang kejadian tersebut.
Realistis aja, jatuh ke kasta bawah itu emang bikin mental anjlok. Tapi kalau manajemen klub mau menurunkan ego dan belajar "sistem operasi" dari tim yang udah sukses melakukan rebuild gila-gilaan sejak diakuisisi pada 2021 lalu, kebangkitan itu bukan sekadar angan-angan. Kadang sebuah klub emang butuh di-factory reset dari nol buat bisa jalan lebih kencang, bro!
"Jika kita melihat kembali ke Ipswich empat tahun yang lalu dan apa yang telah mereka capai, saya memiliki rasa hormat yang sebesar-besarnya... Bagaimana mereka membangun kembali klub sepak bola ini, sungguh luar biasa."



