Kisah Tak Terduga: Klub Divisi Dua Torreense Guncang Sepak Bola Portugal dengan Gelar Piala
Baca dalam 60 detik
- Torreense, tim divisi dua, menaklukkan Sporting Lisbon lewat adu penalti di final Piala Portugal, mencetak sejarah pertama dalam 109 tahun.
- Kemenangan ini membuka jalan bagi Torreense untuk berlaga di Liga Europa musim depan, sekaligus memperkuat posisi mereka di kancah sepak bola Eropa.
- Keberhasilan ini menegaskan bahwa sepak bola Portugal tidak hanya dikuasai klub besar, tetapi juga memberi ruang bagi kejutan dari tim underdog.

Dalam sebuah kejutan besar yang mengguncang sepak bola Portugal, Torreense, klub divisi dua, berhasil mengalahkan Sporting Lisbon di final Piala Portugal melalui gol penalti di babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini menjadi trofi pertama dalam sejarah 109 tahun klub yang berbasis di Torres Vedras, sebuah kota kecil sekitar 40 kilometer di utara Lisbon.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu dimulai dengan cepat ketika Kevin Zohi membawa Torreense unggul pada menit ketiga. Namun, Sporting yang merupakan juara bertahan 18 kali, berhasil menyamakan kedudukan melalui Luis Suarez di awal babak kedua. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Di babak tambahan, nasib buruk menimpa Sporting ketika bek kiri asal Uruguay, Maximiliano Araujo, diusir wasit setelah melakukan pelanggaran di kotak penalti. Wasit memberikan hadiah penalti kepada Torreense, dan bek asal Tanjung Verde, Stopira, dengan tenang mengeksekusi bola ke gawang, memastikan kemenangan bersejarah bagi timnya.
Bagi Sporting, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah musim lalu mereka meraih gelar ganda liga dan piala. Meskipun finis di posisi kedua liga musim ini, kegagalan mempertahankan piala menjadi catatan buruk. Sementara itu, Torreense masih memiliki peluang promosi ke kasta tertinggi setelah leg pertama play-off melawan Casa Pia berakhir imbang 0-0. Leg kedua akan digelar Kamis mendatang.
Kisah Torreense menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, kejutan selalu mungkin terjadi. Klub kecil dengan sejarah panjang namun minim prestasi kini mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Portugal. Langkah mereka ke Liga Europa akan menjadi ajang pembuktian bahwa sepak bola Portugal tidak hanya milik klub-klub besar seperti Benfica, Porto, dan Sporting.



